Home Kampus Mengenal Forestation: Wadah Pengembangan Diri dan Pelestarian Sumberdaya Alam

Mengenal Forestation: Wadah Pengembangan Diri dan Pelestarian Sumberdaya Alam

Forestation

Agrozine.id – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mempunyai satu Program Studi Strata-1 yaitu Program Studi Kehutanan, dan mempunyai empat Departemen yaitu, Manajemen Hutan, Silvikultur, Teknologi Hasil Hutan, dan Konservasi Sumberdaya Hutan. Pada masing-masing departemen memiliki fokus pengembangan ilmu yang berbeda-beda. Di dalamnya terdapat organisasi kemahasiswaan yang berperan dalam pengembangan diri mahasiswa. Nah, pada artikel kali ini, tim Agrozine.id akan memberikan informasi terkait organisasi mahasiswa departemen Konservasi Sumberdaya Hutan atau disebut dengan Forestation.

Kegiatan penelitian forestation

Sejarah 

Forestation atau Family of Forest Resource Conservation adalah sebuah himpunan mahasiswa minat Konservasi Sumberdaya Hutan di Fakultas Kehutanan UGM. Forestation dibentuk sejak tahun 1996, tepatnya tanggal 25 Mei dengan nama awal Forkomkon. Kemudian, pada tanggal 1 Desember 2007, Forkomkon berubah namanya menjadi Forestation hingga sekarang.

“Dulu namanya itu Forum Komunikasi Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan atau disingkat Forkomkon yang dipelopori oleh Pak Imron (sekarang  menjadi dosen dari Lab Pengelolaan Satwa Liar KSDH FKT UGM),” ungkap Relissiana, ketua Forestation saat ini.

Visi & Misi 

Forestation memiliki visi yaitu sebagai organisasi terdepan dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang konservasi sumberdaya hutan dengan asas kekeluargaan.

Sedangkan misi dari Forestation antara lain yaitu:

  1. Ikut serta dalam menjalankan kegiatan pendidikan dan pengajaran di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dalam bidang konservasi sumber daya hutan.
  2. Menerapkan dengan aktif, kritis, kreatif, dan inovatif ilmu-ilmu konservasi sumber daya hutan secara ilmiah.
  3. Mengimplementasikan kegiatan-kegiatan konservasi sumber daya hutan dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Kepengurusan Forestation

Kepengurusan Forestation ini berlangsung selama 1 tahun dengan nama kabinet yang berbeda-beda. Pada kepengurusan tahun 2019-2020 ini memiliki nama Kabinet Julang Emas. Ketua Forestation ditetapkan melalui Sidang Umum dan untuk anggotanya melalui alur kaderisasi.

“Di Forestation ini ada beberapa departemen yaitu sekretaris, bendahara, PSDM, medinfo, jangker dan keilmuan,” kata perempuan berkacamata kelahiran 16 November 1998, atau kerap disapa Relis.

Lebih lanjut Relis menjelaskan tugas masing-masing dari departemen tersebut. Tugas sekretaris dan bendhara sama seperti pada umumnya yaitu mengurus segala bentuk administrasi. Kemudian PSDM tugasnya mengurus kaderisasi dan kelembagaan organisasi misalnya saja minat bakat anggota forestation. Lalu ada medinfo yang bertugas memberikan informasi dan mengelola media informasi seperti website, YouTube, Instagram, Twitter, Line. Selanjutnya departemen jangker atau jaringan dan kerjasama ini bertugas menjalin kerjasama dengan berbagaik pihak, baik di dalam maupun di luar fakultas. Dan yang terakhir yaitu kelimuan, departemen ini memiliki fungsi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola kegiatan ilmiah seperti penelitian oleh kelompok mahasiswa, serta sebagai penyebar wawasan studi dan isu tentang konservasi kepada publik.

Di dalam departemen keilmuan ini membawahi 5 kelompok pegamat, peneliti dan pemerhati (KP3) dari berbagai bidang ilmu, antara lain yaitu herpetofauna, burung, primata, wetland, dan ekowisata.

Program Kerja 

Relis, mahasiswi semester 7 yang kini tengah disibukkan dengan proker-proker Forestation ini mengatakan jika pandemi Covid-19 menghambat beberapa program kerja Forestation yang sebelumnya sudah dirancang.

Misalnya saja, program kerja dari departemen jangker yaitu Education Ecotourism Campus dan Forestation Social Education. Bentuk kedua program ini adalah berupa pendidikan lingkungan untuk masyarakat sekitar Yogyakarta, khususnya untuk anak-anak usia dini. Adanya kebijakan pemerintah untuk social distancing, terpaksa program dilaksanakan secara daring.

“Biasanya kita menjalankan program ini dengan sosialisasi terkait pendidikan lingkungan dan perkenalan satwa ke sekolah-sekolah atau pihak sekolah yang datang ke Fakultas Kehutanan, tapi karena kondisinya seperti ini jadi sempat tertunda dan untuk mengantisipasinya kita masuk ke grup-grup kelas untuk sosialisasi secara daring,” ungkap Relis.

Selain itu, ada program besar lainnya yang sudah terlaksana dengan sukses, diantara yaitu Forestation Green Belt (FGB), Jelajah Konservasi dan Penelitian Bersama.

Forestation Green Belt merupakan suatu program untuk mewujudkan kerjasama dengan berbagai pihak instansi maupun pemerintah untuk pendanaan program-program kerja yang telah dirancang. Perempuan berkacamata asal Sleman Yogyakarta ini mengatakan telah bekerjasama dengan sebuah apparel untuk membuat merchandise berupa kaos yang nantinya akan dijual.

Selanjutnya ada Jelajah Konservasi yaitu kegiatan yang bertujuan mengenalkan pengelolaan konservasi di sebuah kawasan melalui kegiatan pengamatan dan membangun relasi dengan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kemuning, Bejen, Temanggung, Jawa Tengah.

Sama halnya dengan Jelajah Konservasi, program Penelitian Bersama ini juga dilaksanakan di Desa Kemuning. Kegiatan ini dikhususkan untuk anggota aktif KP3 untuk mengembangkan minat dan keilmuan. Kemudian hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut nantinya akan dipaparkan dalam Seminar Hasil.

Dengan adanya Forestation diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan, tidak hanya untuk anggota Forestation saja melainkan untuk masyarakat luas. Maka dari itu, melalui program-program kerja dan kegiatan Forestation misalnya saja perilisan majalah Akasia yang berisi informasi dan isu-isu terkini terkait konservasi, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.  (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here