Home Biodiversitas Hewan Kera, Mamalia Cerdas di Muka Bumi

Hewan Kera, Mamalia Cerdas di Muka Bumi

wikimedia.org

Agrozine Kera berasal dari sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara, meskipun hewan ini lebih tersebar luas di Afrika, sebagian besar Asia, dan juga Eropa pada masa prasejarah. Dalam penggunaan tradisional dan non-ilmiah, istilah “kera” dapat mencakup primata tak berekor yang secara taksonomi dianggap sebagai Cercopithecidae (seperti kera barbary dan kera hitam).

Hewan kera adalah anggota superfamilia Hominoidea dari ordo Primata. Dalam sistem taksonomi kera berada dua famili hominoid, yaitu:

Hylobatidae

Famili Hylobatidae, yaitu kera kecil (ungka), mencakup empat genus dan total 20 spesies ungka, termasuk ungka lar dan siamang, semuanya asli Asia. Mereka sangat arboreal dan bipedal di tanah. Kera ini memiliki tubuh yang lebih ringan dan kelompok sosial yang lebih kecil daripada kera besar.

Hominidae

Famili Hominidae (hominid), yakni kera besar, mencakup empat genus yang terdiri dari tiga spesies orang utan yang masih ada dan subspesiesnya, dua spesies gorila yang masih ada dan subspesiesnya, serta dua spesies panin yang masih ada (bonobo dan simpanse) dan subspesiesnya. Selain gorila, anggota hominoid adalah pemanjat pohon yang lincah.

Jumlah spesies kera ketika ini memiliki status terancam karena hilangnya habitat mereka di hutan hujan tropis dan perburuan. Saat ini ada 7 genus hominoid yang belum punah, yaitu:

  • Gorila
  • Pan (simpanse)
  • Pongo (orangutan)
  • Hylobates
  • Hoolock
  • Nomascus
  • Symphalangus

Semua hominoid langka dan terancam punah. Ungka hoolock timur adalah yang paling tidak terancam, hanya dikategorikan rentan terhadap kepunahan. Lima spesies ungka sangat terancam punah, demikian pula semua spesies orang utan dan gorila. Spesies ungka yang tersisa, bonobo, dan keempat spesies simpanse terancam punah. Ancaman utama bagi sebagian besar spesies yang terancam punah adalah hilangnya habitat hutan hujan tropis, meskipun beberapa populasi terancam lebih jauh oleh perburuan daging hewan liar. Kera besar di Afrika juga menghadapi ancaman dari virus ebola. Virus yang saat ini dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup kera di Afrika ini bertanggung jawab atas kematian setidaknya sepertiga gorila dan simpanse sejak 1990.

Kera memakan berbagai makanan nabati dan hewani, dengan sebagian besar makanannya adalah makanan nabati, yang dapat mencakup buah-buahan, daun, batang, akar, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Apakah monyet sama dengan kera? Monyet dan kera termasuk ke dalam ordo primata atau golongan mamalia cerdas. Meski satu ordo, tapi keduanya merupakan jenis yang berbeda.
Secara umum, sebagai ordo primata, kera dan monyet memiliki kesamaan ciri antara lain ibu jari yang berlawanan arah, memiliki volume otak yang besar, hidup sosial berkelompok, memiliki kelenjar susu dengan puting susu, memiliki tulang ekor, dan berdarah panas.
Ada beberapa perbedaan monyet dan kera, yaitu:

  • Volume otak kera lebih besar dibandingkan monyet. Hal ini menyebabkan tingkah laku keduanya juga berbeda. Dengan volume otak yang lebih besar, kera juga jadi lebih cerdas daripada monyet. Hal ini membuat kemampuan bahasa kera lebih tinggi.
  • Monyet umumnya lebih kecil dan berdada sempit, sementara kera lebih besar dan memiliki dada lebar dan sendi bahu.
  • Tubuh monyet yang lebih kecil memungkinkannya untuk berayun lincah melalui pohon. Meski kera juga memiliki kemampuan ini, tetapi kebanyakan kera bertubuh tegap yang berguna untuk berlari melintasi cabang daripada berayun.
  • Kera lebih mahir memanfaatkan sesuatu di sekitarnya untuk berburu makanan dibandingkan monyet.
  • Hampir semua monyet memiliki ekor, sedangkan kera tidak.
  • Kera memiliki usus buntu dan monyet tidak.

Demikianlah informasi tentang hewan kera. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk turut serta melestarikan mamalia cerdas ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here