Home Biodiversitas Mengenal Hewan Llama Yang Lucu dan Pemberani

Mengenal Hewan Llama Yang Lucu dan Pemberani

animals.net

Agrozine Jika kamu melihat wajah hewan ini, kamu akan teringat hewan maskot gurun pasir, yaitu unta. Ya, hewan llama yang bernama ilmiah Lama glama ini memang masih satu keluarga dengan unta, yaitu famili Camelidae. Llama dan tiga keluarga unta lainnya, yaitu guanako, vikuna, dan alpaka dikenal secara kolektif sebagai lamoid. Tidak seperti unta, lamoid tidak memiliki punuk seperti unta dan ukurannya lebih kecil dari unta. Llama adalah yang terbesar dari empat spesies lamoid.

Sekitar 40 juta tahun yang lalu diperkirakan nenek moyang llama yang berasal dari dataran tengah Amerika Utara mulai bermigrasi ke Amerika Selatan sekitar tiga juta tahun yang lalu. Namun, pada akhir zaman es sekitar 10.000-12.000 tahun yang lalu, terjadi kepunahan di Amerika Utara. Kawanan llama ditemukan terutama di Bolivia, Peru, Kolombia, Ekuador, Chili, dan Argentina. Kini, hewan ini telah dipelihara dan dikembangbiakkan di berbagai belahan dunia.

Habitat asli alami llama berada di dataran tinggi Andes yang dingin dan kering di puncak gunung yang terjal. Khususnya di Altiplano dan Peru bagian tenggara. Namun, di masa kini, llama dapat ditemukan hidup di berbagai habitat, termasuk di padang rumput dan di lahan pertanian.

Llama dan Alpaka memiliki kemiripan sehingga orang sering mengira keduanya jenis yang sama. Padahal, jika diperhatikan keduanya memiliki beberapa perbedaan.

Llama memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari Alpaka, ukuran berat tubuh Llama biasanya mencapai 200 kg. Sedangkan ukuran berat tubuh seekor Alpaka biasanya hanya mencapai 68 kg saja. Bentuk telinga Llama lebih panjang dan sedikit melengkung pada ujung telinga, mirip dengan bentuk pisang. Sedangkan, bentuk telinga pada Alpaka memiliki ukuran yang lebih pendek, lancip, dan lurus.

Bentuk hidung lama lebih panjang dan rambut wajahnya lebih sedikit dari alpaka. Rambut wajah Alpaka cenderung lebih banyak dan tebal. Llama lebih percaya diri dan berani menghadapi musuh sendirian, sedangkan Alpaka memiliki sifat yang pemalu dan akan berkumpul bersama kawanannya saat berada pada ancaman musuh. Analisis DNA telah mengkonfirmasi bahwa vikuna adalah nenek moyang liar dari alpaka, sedangkan guanako adalah nenek moyang liar dari hewan llama.

Umumnya hewan ini berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna hitam pekat, cokelat, atau putih dengan corak hitam atau cokelat. Rata-rata tingginya 1,2 m di bahu dan 1,6 meter hingga 1,8 meter di kepala. Sebagian besar jantan memiliki berat antara 136 dan 181,4 kg dan sebagian besar betina memiliki berat antara 104,3 dan 158,7 kg. Bayi llama memiliki berat antara 9 kg hingga 14 kg.

Llama dengan karakter dan sifat yang pemberani sering kali digunakan untuk menjaga ternak oleh para peternak dan biasa digunakan untuk mengangkut barang karena kaki Llama dapat mengangkut atau menopang beban yang memiliki bobot sepertiga dari berat badannya.

Hewan llama kawin dengan posisi berbaring. Mereka melakukan perkawinan untuk waktu yang lama, yaitu sekitar 20–45 menit. Usia kehamilan llama adalah 11,5 bulan dan hanya melahirkan satu anak. Llama melahirkan bayinya dalam posisi berdiri, seperti layaknya hewan besar lainnya. Crias merupakan sebutan bagi bayi llama dari bahasa Spanyol.  Induk betinanya akan mencium dan bersenandung untuk bayi mereka yang baru lahir. Bayi llama diberi makan dengan susu induk llama yang lebih rendah lemak dan garam serta lebih tinggi fosfor dan kalsium daripada susu sapi atau kambing. Lama bisa hidup 20 tahun di alam bebas.

Hewan berbulu tebal ini terlihat lucu dan menggemaskan. Namun hati-hati, dibalik penampilannya itu, Llama suka meludahi musuhnya jika merasa terancam. Menurut orang yang pernah diludahi, ludah llama sangat bau, bahkan sudah dicuci berkali-kali pun baunya tiga hari tidak juga hilang. Tanda ia akan meludah bisa dilihat dari telinganya yang sudah dilipat ke belakang. Namun, itu juga bisa sebagai tanda kalau hewan ini minta makan.

Llama seberat 113 kg dapat membawa beban seberat 45–60 kg dan bisa menempuh jarak 25 hingga 30 km sehari. Daya tahan dan kemampuan llama yang tinggi untuk hidup dari berbagai macam hijauan membuatnya menjadi hewan transportasi yang diandalkan di pegunungan Andes.

Llama adalah hewan yang lembut, tetapi ketika kelebihan beban atau dianiaya, ia akan berbaring, mendesis, meludah, dan menendang, serta menolak untuk bergerak. Llama berkembang biak di akhir musim panas dan musim gugur (Belahan Bumi Selatan), dari November hingga Mei.

Llama biasa digunakan sebagai binatang pengangkut barang oleh masyarakat Inka dan masyarakat di sekitar pegununungan Andes. Selain itu, Llama juga digunakan sebagai sumber makanan, wol, kulit, lemak untuk lilin, dan kotoran keringnya digunakan untuk bahan bakar.

Llama biasanya dicukur setiap dua tahun, masing-masing menghasilkan sekitar 3–3,5 kg bulu. Bulu Llama yang memilik tekstur lebih kasar dan lebih kuat dibanding alpaka biasa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan karpet, tali, sweater, dan produk tekstil dengan serat kasar lainnya.

Demikianlah informasi tentang hewan llama. Semoga bermanfaat, selamat belajar dan berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here