Home Biodiversitas Mengenal Ikan Ayam-Ayam, Lezat dan Tinggi Protein

Mengenal Ikan Ayam-Ayam, Lezat dan Tinggi Protein

monaconatureencyclopedia.com

Agrozine – Bukan “ikan ayam” ya sobat, tapi “ikan ayam-ayam”. Ikan ini dikenal pula sebagai ikan etong, jebong, atau kambing-kambing. Bagi penggemar ikan bakar, nama ikan ayam-ayam sudah tidak asing lagi. Meskipun tidak seterkenal ikan bawal, gurame, kerapu dan kakap, tetapi ikan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Rasa dagingnya tidak kalah gurih dan lezat sehingga banyak dijadikan sebagai santapan di Indonesia.

Ikan ini mudah ditemukan, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Ikan ini biasa dijual segar atau dikeringkan menjadi ikan asin. Ikan ini disebut “ayam-ayam” karena ikan ini memiliki tekstur dan rasa yang menyerupai daging ayam.

Ikan yang bernama ilmiah Abalistes stellaris ini memiliki habitat di perairan hangat kawasan Indo-Pasifik, mulai dari Laut Merah sampai Samudera Pasifik bagian barat. Selain itu, ikan ini tersebar juga di utara Jepang, utara sampai selatan negara Australia, dan pada wilayah timur Atlantik khususnya dari Saint Helena sampai pantai Afrika Selatan. Ikan-ikan ini ditemukan di sekitar terumbu karang, dasar pasir, atau di sekitar sponge atau alga. Ikan ini gemar bermigrasi dari perairan asin dan perairan tawar.

Secara umum, ikan ini memiliki panjang rata-rata sekitar 40 cm, dan dapat mencapai panjang maksimum 60 cm. Sirip punggungnya memiliki 25-27 jari-jari, sedangkan di sirip anal terdapat 24-26 jari-jari. Sisiknya cenderung berukuran besar pada bagian atas sirip pectoral (dada) dan pada bagian posterior (belakang) ditemukan keel. Di bagian belakang tubuhnya terdapat patil.

Tubuhnya berwarna abu-abu cokelat, kuning langsat, bintik-bintik kecil biru atau kuning pucat. Ikan ini merupakan ikan laut yang bersisik tebal dengan bentuk badan agak bulat pipih. Tubuhnya juga terdapat bintik-bintik putih di sepanjang pita gelap tulang belakang.

Proses reproduksi ikan ayam-ayam sama seperti ikan pada umumnya, didahului dengan pematangan sel-sel telur pada betina dan sel-sel sperma dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya, proses perkawinan pada ikan ini berlangsung secara alamiah berdasarkan insting ikan tersebut.

Ikan ini memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga dapat mencukupi kebutuhan protein tubuh kita. Daging ikan ini mengandung kadar lemak yang rendah sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Rutin mengonsumsi olahan ikan ayam-ayam baik untuk kesehatan jantung, pencernaan, dan vitalitas.

Selain biasa diolah menjadi ikan bakar, ikan ayam-ayam juga bisa disajikan dalam bumbu pesmol khas Sunda. Namun perlu diketahui bahwa ikan ini memiliki kulit yang keras sehingga kulitnya harus dibuang terlebih dahulu sebelum diolah dan dimasak.

Demikian pengenalan tentang ikan ayam-ayam. Semoga bermanfaat dalam menambah khasanah pengetahuanmu di dunia perikanan dan juga memotivasi kamu untuk turut serta menjaga kelestarian ikan ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here