Home Biodiversitas Mengenal Ikan Banggai Cardinal Fish yang Mulai Langka

Mengenal Ikan Banggai Cardinal Fish yang Mulai Langka

Ikan Banggai Cardinal Fish

Agrozine.id – Ikan endemik dari perairan laut Banggai, Sulawesi Tengah ini banyak diminati baik dari pasar nasional hingga pasar internasional. Ikan Banggai Cardinal Fish (Pterapogon Kauderni) memiliki bentuk yang kecil, unik, dan eksotik sehingga banyak diminati.

Untuk memenuhi permintaan pasar, perburuan ikan ini dilakukan secara besar-besaran. Menurut penelitian Samliok Ndobe, dkk tahun 2013 menjelaskan bahwa ikan Banggai Cardinal Fish diperdagangkan sejak 1990.  Pada penelitian ini juga menyebutkan volume perdagangan ikan Banggai Cardinal Fish pada tahun 2000-2001 mencapai 700.000- 1,4 juta ekor per tahun. Kondisi tersebut cukup berdampak  pada populasinya.

Baca juga: Mengenal Ikan Rainbow Boesemani, Ikan Endemik Lokal asal Papua

Para peneliti mengungkapkan, ada beberapa permasalahan terungkap pada studi tahun 2004, bahwa ikan jantan yang mengerami ditangkap dan telur/larvanya dibuang oleh nelayan dan mortalitas tergolong tinggi pada rantai perdagangan panjang dan rumit.

Di tahun 2017-2021, populasi ikan Banggai Cardinal Fish menurun drastis di alam. Faktornya dari penangkapan yang berlebihan, degradasi habitat yang disebabkan oleh kegiatan manusia, hingga perubahan iklim, dan juga penangkapan ikan yang belum dewasa juga menyebabkan laju rekruitmen populasi yang rendah karena harga jual ikan Banggai Cardinal Fish yang kecil lebih mahal dari ada yang dewasa.

Tahun 2007 dan 2016, capungan banggai dua kali dimasukkan dalam daftar Appendiks II CITES [Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna] atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar terancam punah. Namun dua kali pula proposal usulan itu ditarik oleh Amerika dan Uni Eropa. Akan tetapi ada kemungkinan negara-negara ini mengusulkan kembali dalam aturan tersebut.

Di dalam negeri, untuk menjaga keberadaan ikan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi menetapkan statusnya sebagai dilindungi terbatas. Pengesahannya melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 49/KEPMEN-KP/2018. Dalam Kepmen tersebut, dijelaskan bahwa perlindungan dilakukan secara terbatas berdasarkan tempat dan waktu. Yakni, hanya di wilayah Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah dan pada Februari-Maret dan Oktober-November. Hal ini sesuai hasil rekomendasi LIPI yang menyebutkan bahwa pada bulan tersebut capungan banggai mengalami puncak musim pemijahan.

Baca juga: Mengenal Ikan Belida, Bahan Baku Pempek yang Mulai Langka

Lembaga konservasi dunia International Union for Conservation of Nature [IUCN] memasukkan capungan banggai dalam daftar merah dengan kategori “Genting”. Namun, dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, ikan ini tidak masuk dalam perlindungan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here