Home Perikanan Mengenal Ikan Baung, Tekstur Dagingnya Mantap Tenan

Mengenal Ikan Baung, Tekstur Dagingnya Mantap Tenan

id.wikipedia.org

Agrozine – Kenal dengan ikan baung? Ikan ini merupakan ikan konsumsi yang penting di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tekstur dagingnya berwarna lembut, putih, tebal tanpa duri halus, sehingga sangat digemari masyarakat. Berbagai masakan ikan baung yang terkenal enak diantaranya adalah pindang baung dari Sumatra Selatan dan baung asam padeh dari Riau, serta ikan baung panggang dari Kalimantan. Selain itu, ikan baung juga biasa dijadikan ikan asap.

Ikan baung adalah nama segolongan ikan yang termasuk ke dalam famili Bagridae. Nama marganya Hemibagrus. Baung masih sekerabat dengan lele (bangsa Siluriformes).

Ikan yang menyebar luas di India, Cina Selatan, dan Asia Tenggara ini juga dikenal dengan banyak nama daerah, seperti ikan duri, baong, baon (Malaysia); bawon (Betawi), senggal atau singgah (Sunda); tagih, tageh, beong, Rengkik (Jawa); niken, siken, tiken, tiken bato (Kalteng), dan lain-lain.

Marga Hemibagrus pada mulanya dianggap satu dengan marga Mystus (ikan-ikan keting atau lundu), atau yang sebelumnya dikenal sebagai Macrones. Marga ini akhirnya dipisahkan, salah satunya karena anggotanya yang dewasa umumnya memiliki tubuh yang berukuran besar. Ikan baung dari Indocina bagian tengah, H. wyckioides bobotnya mencapai 80 kg.

Secara biogeografi, marga Hemibagrus diketahui menyebar luas di sebelah timur lembah Sungai Gangga – Brahmaputra dan di selatan aliran Sungai Yangtze. Ragam jenis yang tertinggi berkembang di wilayah Paparan Sunda. Salah satu jenisnya, yakni baung tageh (H. nemurus), telah berhasil dikembangkan pembenihannya dan dibudidayakan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi semenjak tahun 1998.

Baung adalah ikan air tawar yang dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai ke bagian hulu. Bahkan di Sungai Musi Sumatra Selatan), baung ditemukan sampai ke muara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk.

Tubuh ikan ini agak mirip lele, kepalanya memipih agak mendatar, dengan bagian tulang tengkorak yang kasar di atas kepala tak tertutupi oleh kulit. Sirip lemak yang berukuran sedang berada di belakang sirip punggung (dorsal).Tubuhnya licin tanpa sisik. Ikan ini serupa dengan lundu dan patin. Ikan ini memiliki tiga duri yang berbisa (patil), yakni pada sepasang sirip dadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggungnya.

Ikan baung bersifat nokturnal, artinya aktivitas kegiatan hidupnya lebih banyak dilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, ikan ini termasuk pemakan segala (omnivora). Namun, ada juga yang menggolongkannya sebagai karnivora karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil. Pakan ikan ini antara lain ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, insekta,  oluska, dan rumput.

Ikan ini memiliki kandungan gizi yang baik. Berikut ini informasi nilai gizi ikan baung segar per 100 g BDD (Berat Dapat Dimakan):

Energi  123 kkal

Lemak total 5.50 g

Vitamin B1 0.20 mg

Vitamin B2 0.03 mg

Vitamin B3 1.20 mg

Karbohidrat total 3.30 g

Protein 15.10 g

Kalsium 5 mg

Fosfor 146 mg

Natrium 32 mg

Kalium 349 mg

Tembaga 100 mcg

Besi 1.30 mg

Seng 0.70 mg

Air 74.90 g

Abu 1.20 g

Dari kandungan tersebut, ikan ini amat baik untuk dikonsumsi karena merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh.

Demikianlah pengenalan tentang ikan baung. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk turut serta melestarikan ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here