Home Perikanan Mengenal Ikan Channa, Ikan Hias Predator Yang Sedang Viral

Mengenal Ikan Channa, Ikan Hias Predator Yang Sedang Viral

Agrozine.id – Ikan channa merupakan famili dari ikan gabus, dijuluki snakehead emperor alias “kaisar kepala ular” karena bentuk kepalanya menyerupai ular. Ikan ini memiliki sekitar 50 spesies yang tersebar di Asia hingga Afrika. Kekayaan spesies yang sangat tinggi terdapat di Myanmar (Burma) dan India. Salah satu negara Asia yang banyak ditemukan ikan ini adalah Indonesia, yang tersebar di Kepualuan Melayu, Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

Beberapa nama jenis ikan channa di Indonesia, yaitu yellow sentarum, red sampit, channa asiatica, dan strip merah. Di luar Indonesia diantaranya stewartii kalikhola, andrao, auranti, bleheri, red blue pulchra, dan blue pulchra dari Vietnam, sampai asiatica red strip dari Cina. Ikan channa impor umumnya mempunyai motif dan warna berbeda, serta bar (pola/motif) di tubuhnya yang lebih cerah jika dibanding ikan lokal. Selain itu, ikan impor juga memiliki dorsal (sisi punggung) yang cukup tinggi dan titik hitam pada tubuhnya juga Iebih terlihat. Keunikan tersebut membuat ikan channa impor banyak diburu para penghobi walaupun memiliki harga yang Iebih mahal dari yang lokal. Semakin besar ukuran ikan ini, semakin tinggi pula harganya. Apalagi jika ditunjang dengan penampilan ikan yang cantik dan bermental berani, harganya bisa mencapai puluhan juta.

Ikan channa bertubuh panjang, memiliki mulut besar dan panjang, sirip punggung dan dubur tunggal, serta panjangnya sekitar 10 – 90 cm. Namun, berbeda dengan ikan gabus konsumsi, ikan ini memiliki bentuk penampilan yang menawan karena motifnya yang berwarna-warni. Misalnya, channa marulioides yang memiliki motif totol bulat di tubuhnya, channa stewartii yang bersirip biru, dan channa aurantimaculata yang memiliki kombinasi warna cokelat oranye dengan bentuk garis vertikal.

Selain keindahan dari sirip dan sisik, ikan channa memiliki toleransi hidup dalam air beroksigen rendah. Sebab, mereka memiliki organ labirin yang dilapisi dengan epitel pernapasan untuk menyerap oksigen atmosfer. Kemampuan ini didasari oleh habitat asli mereka yang banyak ditemukan di air tawar yang bergerak lambat, seperti sungai, danau, kolam, kanal, anak sungai, sawah yang tergenang air, waduk irigasi, dan rawa-rawa. Oleh karena itu, terkadang saat banjir, ikan channa atau gabus ini sering kali ditemukan.

Sebagai ikan peliharaan, ikan channa membutuhkan akuarium yang cukup luas, tetapi perawatannya cukup mudah. Kamu tidak perlu memberikan oksigen tambahan atau instalasi aerator lainnya. Namun, perlu dilengkapi dengan penutup akuarium karena ikan ini bisa melompat.

Seperti halnya ikan cupang, ikan channa tergolong ikan predator. Ikan ini akan menyerang sesama jenis yang masuk ke wilayahnya. Oleh sebab itu, ikan karnivora ini umumnya dipelihara sendirian dalam satu akuarium. Ikan ini bukan perenang yang aktif, biasanya cenderung bergerak ke permukaan untuk mencari udara, melayang-layang di tengah air, atau beristirahat di dasar air. (das)

(Sumber Foto: wildfact.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here