Home Populer Mengenal Inseminasi Buatan atau Kawin Suntik pada Ternak Sapi

Mengenal Inseminasi Buatan atau Kawin Suntik pada Ternak Sapi

Inseminasi Buatan

Agrozine – Inseminasi Buatan merupakan suatu cara yang telah dilakukan sejak berabad-abad yang lampau. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan semen ternak sapi jantan yang telah dicarikan ke dalam saluran alat kelamin betinanya menggunakan alat insemination gun. Inseminasi Buatan (IB) dilakukan untuk memperbaiki mutu genetika ternak dan meningkatkan angka kelahiran dengan cepat. Untuk para peternak dan pelaku usaha, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan dari proses Inseminasi Buatan pada ternak sapi yang perlu dipahami.

 

Kelebihan Inseminasi Buatan

Teknik ini dapat mengoptimalkan penggunaan bibit penjantan unggul dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu penerapan inseminasi buatan juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik
  2. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding)
  3. Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama yang ditularkan dari hubungan kelamin
  4. Menghindari kecelakaan yang sering terjadi saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar
  5. Masa penyimpanan sperma pejantan dapat lebih lama dan dapat digunakan untuk beberapa tahun kemudian

Kelemahan Inseminasi Buatan

Penerapan inseminasi buatan juga memiliki beberapa kelemahan bagi peternak dan kondisi ternak, seperti:

  1. Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) bila semen beku yang digunakan berasal dari penjantan dengan yang sama
  2. Dapat terjadi kesulitan dalam proses kelahiran (distokia) bila semen yang digunakan berasal dari penjantan dengan turunan besar dan diinseminasikan pada betina berukuran kecil
  3. Bila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat, sapi betina tidak dapat bunting
  4. Sifat-sifat genetik dapat menurun bila sifat genetik pejantan donor tidak dipantau dengan baik melalui progeny test

Waktu Pelaksanaan yang Tepat

IB dapat dilakukan saat ternak dalam kondisi birahi, dengan kondisi liang leher Rahim (serviks) terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) berdasarkan periode yang telah dihitung para ahli, yakni pada permulaan birahi (44%), pertengahan birahi (82%), akhir birahi (75%), enam jam setelah birahi (62,5%), 12 jam setelah birahi (32,5%), 18 jam setelah birahi (28%), dan 24 jam setelah birahi (12%).

 

Prosedur Inseminasi Buatan

Sebelum melaksanakan IB, semen harus dicarikan (thawing) terlebih dulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair. Suhu yang ideal untuk proses thawing adalah 37 derajat celcius, semen kemudian dimasukkan dalam air bersuhu 37 derajat celciu selama 7-18 detik. Setelah proses thawing, straw dikeluarkan dari air, dikeringkan dengan tissue, dan dimasukkan dalam insemination gun. Ujungnya yang mencuat dipotong dengan gunting bersih, lalu plastic sheath dimasukkan pada gun yang berisi semen.

Kemudian, sapi dipersiapkan dan dimasukkan dalam kandang dengan kondisi ekor diikat. Petugas IB yang telah memakai sarung tangan kemudian memasukkan tangannya ke dalam rectum hingga dapat menjangkau leher rahim. Bila pada rahim terdapat banyak kotoran maka harus dibersihkan terlebih dulu. Semen disuntikkan pada badan uterus, yaitu daerah yang disebut dengan ‘posisi ke empat’. Setelah semua prosedur dilakukan, gun dapat dikeluarkan dari uterus dan serviks secara perlahan.

 

Dalam artikel ini, kita telah mengetahui lebih lanjut mengenai inseminasi buatan yang dapat dilakukan pada ternak sapi. Untuk itu, perlu dilakukan pemantauan kejadian birahi dengan cara mencatat siklusnya pada sapi betina dewasa. Salah satu cara yang sederhana dan mudah untuk mendeteksi birahi yakni dengan memberi cat di atas ekor. Bila sapi betina sedang birahi, cat akan pudar ataupun menghilang karena gesekan sebab dinaiki betina yang lain. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here