Home Hortikultura Mengenal Jagung Manis Yang Enak Dibakar dan Disayur

Mengenal Jagung Manis Yang Enak Dibakar dan Disayur

luv2garden.com

Agrozine – Jagung ini terkenal sebagai jagung bakar Puncak Bogor yang rasanya gurih dan manis. Jagung manis yang bernama ilmiah Zea mays var.saccharata Sturt memiliki nilai ekonomi yang baik selain jagung biasa atau jagung ladang (field corn). Keistimewaan jagung ini adalah kandungan gula (terutama sukrosa) yang tinggi pada waktu dipanen. Pemanenan untuk produksi selalu dilakukan pada saat muda atau tahap “masak susu”, kira-kira 18-22 hari setelah penyerbukan terjadi.

Rasa manis pada waktu panen terjadi karena jagung ini mengalami mutasi pada satu atau beberapa gen yang mengatur pembentukan rantai polisakarida sehingga bulir-bulir jagungnya gagal membentuk pati dalam jumlah yang cukup banyak. Akibat kegagalan ini, ketika mengering bulirnya akan mengeriput.

Berbeda dengan jagung ladang, jagung manis biasanya tidak dijual sebagai pakan ternak, melainkan sebagai konsumsi manusia. Pengolahan jagung ini dapat direbus, dibakar, maupun dijadikan bubur. Jagung ini dalam klasifikasi perdagangan dikelompokkan sebagai sayur-sayuran meskipun jagung ladang dikelompokkan sebagai palawija. Hal Ini disebabkan karena jagung ini dijual segar dan mudah rusak. Rasa manis tidak bertahan lama (satu sampai empat hari saja) sehingga “masa simpan” menjadi salah satu penentu kualitas yang penting.

Jagung manis yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama sweet corn diperkenalkan di Indonesia akhir 1970-an oleh Profesor Jajah Koswara, pakar jagung hibrida dari Institut Pertanian Bogor. Jagung ini mulai dikembangkan di Indonesia pada awal tahun 1980, diusahakan secara komersial dalam skala kecil untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran. Sejalan dengan berkembangnya toko-toko, swalayan, dan meningkatnya daya beli masyarakat, meningkat pula permintaan akan jagung ini.

Berdasarkan data Balai Penelitian Tanah, Kementerian Pertanian, jagung ini merupakan tanaman asli Benua Amerika, tepatnya Meksiko. Jagung ini dapat tumbuh pada daerah beriklim sedang sampai beriklim tropik. Pertumbuhan terbaik didapatkan pada daerah beriklim tropik. Dengan demikian, usaha pengembangan jagung ini di Indonesia mempunyai prospek yang cukup baik.

Ada tiga jenis warna jagung ini, yaitu kuning, putih, dan perpaduan keduanya. Jagung manis merupakan perkembangan dari jagung flint [jagung mutiara] dan jagung tipe dent [jagung gigi kuda]. Jagung ini memiliki tingkat adaptasi tinggi, bisa ditanam di dataran tinggi, sedang, ataupun rendah.

Jagung manis sebagai bahan pangan dipanen saat masih muda (genjah). Biasanya jagung ini dikonsumsi segar, dikalengkan, serta dibekukan atau didinginkan. Selain rasanya manis, jagung ini bermanfaat kesehatan dan kaya gizi. Pengolahannya dapat dilakukan dengan cara direbus, dibakar, maupun dijadikan bubur.

Jagung manis memiliki melancarkan pencernaan dan mengontrol kadar gula darah. Sebab, jagung termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah sehingga tidak memicu lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, jagung ini baik untuk dikonsumsi penderita diabetes atau orang yang berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2. Jagung juga bermanfaat untuk kesehatan jantung karena kandungan vitamin E dan fitosterolnya dapat mengendalikan kadar kolesterol. Selain itu, kandungan antioksidan karotenoid, seperti zeaxanthin dan lutein, berperan menghambat kerusakan sel mata akibat proses penuaan dan kekurangan nutrisi. Dengan demikian, jagung ini sangat baik menjaga kesehatan mata, terutama dari penyakit katarak dan degenerasi makula.

Demikianlah informasi tentang jagung manis. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here