Home Hortikultura Mengenal Jamur Merang Yang Bergizi Tinggi

Mengenal Jamur Merang Yang Bergizi Tinggi

out-grow.com

Agrozine – Jamur merang (Volvariella volvacea) adalah spesies jamur konsumsi yang biasa tumbuh di Asia Timur dan Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Jamur ini merupakan jamur yang paling dikenal diantara sekian banyak spesies jamur tropika dan sub tropika, terutama oleh masyarakat Asia Tenggara. Daerah tumbuh jamur ini sangat luas, terbentang dari daratan Cina, Thailand, Filipina, Malaysia, pantai timur Afrika, dan Indonesia.

Jamur merang mempunyai volva atau cawan atau tandan. Biasanya jamur yang memiliki cawan beracun karena lignin yang tinggi, kecuali jamur merang. Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Pada tubuh buah jamur merang dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna cokelat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna cokelat muda. Jamur yang dijual untuk keperluan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.

Jamur ini dibudidayakan di dalam bangunan yang disebut kumbung sebagai media tumbuh. Sesuai namanya, jamur ini tumbuh baik pada media merang atau jerami. Namun, jamur ini juga tumbuh baik pada kompos sampah kertas, serbuk gergaji kayu sengon, tandan kosong sawit, kompos batang pisang dan kompos biomassa pada umumnya. Jamur ini dikenal sebagai warm mushroom, hidup dan mampu bertahan hidup pada pengaruh suhu yang relatif tinggi, antara 30-38°C dengan suhu optimum pada 35°C.

Budidaya jamur ini tidak sulit karena dapat memanfaatkan media-media tanam yang sifatnya cair. Panen dilakukan terhadap tubuh buah yang belum sepenuhnya berkembang (masih kuncup), meskipun tubuh buah yang telah membuka payungnya pun masih bisa dikonsumsi walaupun harga jualnya menurun. Kehidupan jamur merang berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian akan berkecambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh bagian media tumbuh. Dari kumpulan hifa atau miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpulan benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk. Simpul tersebut berbentuk bundar atau lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordial. Simpul ini akan membesar dan disebut stadia kancing kecil (small button). Selanjutnya, stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing (button) dan stadia telur (egg). Pada stadia ini, tangkai dan tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar. Selubung tercabik, kemudian diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan (volva) pada stadia ini terpisah dengan tudung karena perpanjangan tangkai. Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.

Tubuh buah jamur merang yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Pada tubuh buah jamur dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna cokelat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna cokelat muda. Jamur merang yang dijual untuk keperluan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang. Menariknya, jamur ini dapat dikembangkan menjadi tanaman rumahan yang dapat panen dalam waktu sepuluh hari.

Jamur merang dengan kontrol dan kelembapan yang baik, yakni dengan suhu kumbung pada kisaran 30-35oC, dan kelembaban relatif pada kisaran 80-90% mempunyai rasa enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak. Selain rasanya yang enak, jamur merang juga terkenal karena gizinya yang tinggi sehingga jamur ini diminati di pasaran.

Gizi yang terkandung dalam jamur merang adalah nutrisi dan protein yang baik untuk konsumsi manusia. Bahkan, kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan tumbuh-tumbuhan tropis lainnya. Dalam 100 gr jamur segar terkandung sekitar 3,2 gr protein, jumlah ini akan bertambah menjadi 16 gr jika jamur berada dalam keadaan kering. Selain itu, jamur juga memiliki kandungan kalsium dan fosfor cukup tinggi, 51mg dan 223mg, dan mengandung 105 kj kalori, dengan kandungan lemak rendah, 0,9 gr.

Jamur ini juga banyak mengandung vitamin, seperti riboflavin, tiamin, dan asam nikotin yang cukup tinggi. Selain itu, kalori dan kolestrolnya rendah sehingga jamur merang dapat dikonsumsi untuk menu diet.

Selain mengandung nilai gizi yang tinggi, jamur merang juga memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Jamur merang memiliki kandungan antibiotik yang berguna untuk mencegah penyakit anemia, menurunkan darah tinggi, dan mencegah penyakit kanker. Eritadenin yang terkandung dalam jamur ini dikenal sebagai penawar racun.

Kandungan pati, kalori, dan kolestrol pada jamur merang yang rendah dapat dimanfaatkan sebagai obat pelangsing tubuh dan mencegah penyakit jantung. Kandungan asam folat yang cukup tinggi bermanfaat sebagai obat penyakit anemia. Enzim tripsin yang dihasilkan jamur ini dapat membantu proses pencernaan. Selain itu, senyawa volvatoksin dan flammutoksin pada jamur ini dapat memperkuat jantung.

Di negara-negara Asia yang membudidayakannya, jamur merang dijual dalam bentuk segar. Di daerah beriklim sejuk, hanya tersedia jamur kalengan sehingga dapat diolah menjadi sosis. Terdapat beberapa cara untuk mengolah jamur, mulai dari dipepes, ditumis, diolah menjadu sup, atau dijadikan sebagai bahan pelengkap untuk masakan tertentu seperti capcay. Jamur ini dapat dikonsumsi masyarakat melalui proses kebersihan sanitasi dan higienis dalam pengolahannya. Tertarik untuk mencobanya dan membudidayakannya? (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here