Home Kampus Mengenal Jewawut Beras Rendah Kalori Yang Cocok Untuk Makanan Diet Penderita Diabetes

Mengenal Jewawut Beras Rendah Kalori Yang Cocok Untuk Makanan Diet Penderita Diabetes

Agrozine.id -Jewawut masih asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanaman jewawut adalah tanaman pangan yang secara morfologi mirip dengan padi. Di beberapa wilayah Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama lokal seperti hotang (Maluku) dan Botok (Nusa Tenggara). Tanaman yang memiliki nama latin Setaria italica ini dikalim cocok untuk makanan diet. Jewawut beras rendah kalori cocok untuk penderita diabetes karena kandungan nutrisi yang tinggi dan kandungan glikemik yang rendah.

Dr Sintho Wahyuning Ardie dari Divisi Bioteknologi Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University menyebutkan bahwa jewawut beras rendah kalori adalah tanaman toleran dan masih dapat tumbuh dan berproduksi di lahan marginal.

Lebih lanjut Dr Sintho mengatakan bahwa tanaman juga memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dan memiliki nilai agronomi. Dari studi biologi tanaman, jewawut memiliki karakteristik khusus dengan siklus hidup singkat,dapat melakukan penyerbukan mandiri hingga sangat ideal untuk dijadikan sebagai tanaman model.

Jika dilihat dari studi agronomi, jewawut beras rendah kalori memiliki kandungan nutrisi tinggi,bebas gluten dan indeks glikemiks yang redah sehingga cocok dijadikan sebagai makanan diet terutama bagi penderita diabetes.

Kandungan protein jewawut cukup tinggi yaitu 12% lebih tinggi dari pada yang hanya 7%. Jewawut bisa ditanam pada musim kemarau antara April-Juni. Namun menurut penelitian tanaman ini sulit tumbuh dengan subur di tanah yang sudah terkontaminasi.

Tanaman beras rendah kalori ini  juga mengandung antioksidan,serat dan sejumlah mineral dan tanaman ini juga toleran terhadap kekeringan dan salinitas. Namun di pasaran,tanaman ini masih sulit ditemukan karena memang belum banyak yang mengenalnya. Jika pun ada,tanaman ini masih dipergunakan sebagai pakan burung.

Dr Sintho yang mengetahui pemanfaatan jewawut yang masih sangat terbatas di Indonesia kemudian melakukan riset dengan mengeksplorasi dan mengumpulkan genotipe jewawut di seluruh Indonesia dan berhasil mengumpulkan 23 genotipe yang kemudian dilakukan penelitian dengan pendekatan bioteknologi.

Riset yang dilakukan Dr Sintho ini bertujuan untuk mendapatkan dengan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi,berumur genjah dan toleran terhadap kekeringan, salinitas serta memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan perawatannnya mudah. Dengan bioteknologi pemanfaatan jewawut beras rendah kalori sebagai makanan diet bisa dilakukan. (ira)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here