Home Hortikultura Mengenal Kangkung, Tanaman Sayur Panganan Sejuta Umat

Mengenal Kangkung, Tanaman Sayur Panganan Sejuta Umat

ukrbin.com

Agrozine Sobat Agro sudah pernah makan cah kangkung? Ya, menu sayur ini favorit orang di Indonesia dan Asia Tenggara. Kangkung juga menjadi sayuran yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia selain bayam. Jadi, wajar jika tanaman kangkung dijuluki sayuran sejuta umat.

Kangkung bernama ilmiah Ipomoea spp. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal juga dengan nama swamp cabbage, water convolvulus, dan ’water spinach’.

Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia, tetapi tempat asalnya tidak diketahui. Tanaman ini dapat dijumpai hampir di mana-mana, terutama di kawasan berair.

Tanaman kangkung memiliki batang berongga yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Batangnya dari warna hijau sampai ungu.Tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya seperti jantung-hati, ujung daun runcing atau tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau-tua, dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau-muda.

Bentuk bunga seperti “terompet” dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah-lembayung. Buah kangkung berbentuk bulat-telur yang di dalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau agak bulat, berwarna coklat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua. Pada jenis kangkung darat, biji kangkung berfungsi sebagai alat perbanyakan tanaman secara generatif

Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabang akarnya menyebar ke semua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60-100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 100-150 cm atau lebih.

Kangkung beradaptasi terhadap kondisi iklim dan tanah yang cukup beragam, akan tetapi memerlukan kelembapan tanah yang relatif tinggi untuk pertumbuhan yang optimum. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi lebih disukai. Kangkung dapat memberikan hasil yang optimum pada kondisi dataran rendah tropika dengan temperatur tinggi dan penyinaran yang pendek. Temperatur yang ideal berkisar 25 – 30oC, sedangkan di bawah 10 oC tanaman akan rusak.

Ada dua jenis kangkung yang enak dimakan dan populer, yaitu kangkung darat (Ipomoea reptans L. Poir) dan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk). Spesies yang paling umum dibudidayakan oleh masyarakat, yaitu kangkung darat atau yang dikenal dengan sebutan kangkung cabut.

Kangkung darat berdaun sempit memanjang, berujung runcing, dan berwarna hijau keputih-putihan, dan biasanya tersusun menyirip tiga. Bunganya berwarna putih. Varietas kangkung darat diantaranya Sutera dan Bangkok.

Sementara itu, jenis kangkung air berdaun panjang, licin, berbentuk mata panah sepanjang 10–15 cm, tetapi ujungnya agak tumpul dan berwarna hijau kelam. Bunganya berwarna kekuning-kuningan atau ungu.  Adapun varietas kangkung air di antaranya Sukabumi dan Biru.

Ada dua jenis cara penanaman kangkung, yaitu kering dan basah. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Tanaman ini sering ditanam pada semaian sebelum dipindahkan di kebun. Daun kangkung dapat dipanen setelah 4-6 minggu ditanam. Kangkung darat dipanen hanya satu kali, sedangkan kangkung air bisa dipanen beberapa kali.

Hampir keseluruhan tanaman muda dapat dimakan. Karena kangkung tua berserat kasar, pucuk yang muda lebih digemari. Sayuran ini dapat dimakan mentah atau dimasak seperti bayam. Kangkung sering juga ditumis sebagai cah. Plecing kangkung adalah menu yang terkenal dari daerah Lombok.

Sayuran kangkung selain sebagai sumber vitamin A dan mineral serta unsur gizi

lainnya, juga dapat berfungsi untuk menenangkan  syaraf atau berkhasiat sebagai “obat tidur”. Seorang pakar kesehatan di Filipina bernama Herminia de Guzman Ladion memasukkan kangkung dalam kelompok Tanaman Obat Penyembuh Ajaib, di

antaranya berkhasiat sebagai penyembuh penyakit sembelit.

Demikianlah informasi mengenai tanaman kangkung. Semoga bermanfaat, selamat berbudidaya tanaman sayur, dan semoga sukses!

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here