Home Hortikultura Mengenal Kedelai, Kacang Sejuta Umat

Mengenal Kedelai, Kacang Sejuta Umat

gardeningknowhow.com

Agrozine Sobat Agro, inilah salah satu jenis kacang yang amat populer di Indonesia. Kedelai yang bernama ilmiah Glycine max merupakan tumbuhan dari genus kacang-kacangan (Fabaceae). Kacang kedelai juga memegang peranan penting di dunia karena menjadi sumber protein nabati bagi jutaan orang.  Di Indonesia, kacang yang disebut dalam bahasa Inggris sebagai soya bean ini banyak dikonsumsi sebagai susu kedelai, tahu, dan tempe. Kedelai dapat juga dikonsumsi sebagai kudapan setelah disangrai atau sebagai sayuran setelah dikecambahkan. Konsumsi kedelai di Indonesia mencapai jutaan ton per tahun dan dari jumlah itu sebagian besar harus diimpor.

Kedelai dikenal dengan berbagai nama sojaboon (bahasa Belanda), sojasoja bohne (bahasa Jerman), soybean (bahasa Inggris), kedele (bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa Jawa), kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (Sumatra bagian utara).

Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Penghasil kedelai utama dunia saat ini adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Kedelai yang dibudidayakan saat ini adalah spesies Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies Glycine soja. Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Sebaran G. soja sendiri lebih luas hingga ke kawasan Asia tropik.

Kedelai adalah tumbuhan yang selalu peka terhadap pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat.

Beberapa kultivar kedelai putih di Indonesia di antaranya adalah ‘Ringgit’, ‘Orba’, ‘Lokon’, ‘Davros’, dan ‘Wilis’. “Edamame” adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.

Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim penghujan, setelah panen padi.

Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah.

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, cokelat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul di atas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah di bawah daun kecambah, berwarna ungu atau hijau yang terpaut dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).

Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air.

Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 (nitrogen) yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3+).

Kedelai tingginya bisa mencapai 30–100 cm. Batangnya dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali.

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna, yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.

Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecokelatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.

Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

Biji kedelai mengandung protein sebesar 32%, lemak sebesar 17%, dan karbohidrat  15% sehingga merupakan sumber protein yang baik bagi penderita diabetes. Selain itu, biji kedelai mengandung vitamin (asam fitat) dan lesitin. Kedelai telah digunakan sebagai pengganti daging untuk makanan bayi dan vegetarian dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi dan dapat memberikan karakteristik seperti daging giling.

Kedelai sebagian besar digunakan untuk bahan baku tahu dan tempe. Olahan bijinya dapat dibuat menjadi bermacam-macam saus penyedap seperti kecap, taosi, tauco, susu kedelai, tepung kedelai, serta minyak yang dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here