Home Biodiversitas Mengenal Kijang, Hewan Kerabat Rusa Yang Tertua

Mengenal Kijang, Hewan Kerabat Rusa Yang Tertua

oc.wikipedia.org

Agrozine – Bisa dikatakan, semua orang Indonesia kenal dengan nama “kijang”. Sebab, namanya diambil sebagai nama mobil terlaris di negeri ini.  Namun, tidak banyak yang mengenal tentang hewan yang satu ini. Kali ini Agrozine akan memperkenalkan kamu dengan hewan kijang. Langsung disimak saja ya…

Kijang atau muncak adalah kerabat paling dekat rusa yang tergabung dalam genus Muntiacus. Kijang berasal dari Dunia Lama dan dianggap sebagai jenis rusa tertua. Hewan ini telah ada sejak 15-35 juta tahun yang lalu, dengan sisa-sisa dari masa Miosen ditemukan di Prancis dan Jerman.

Saat ini, kijang hanya dapat ditemui di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari India, Srilangka, Indocina, hingga kepulauan di Indonesia. Beberapa jenis diintroduksi di Inggris dan sekarang banyak dijumpai di sana.

Apa perbedaan kijang dan rusa? Cara mudah membedakan kijang dengan rusa adalah lewat tanduknya. Kijang mempunyai tanduk yang bercabang dua, panjangnya hanya sekitar setengah kepalanya.

Kijang memiliki panjang tubuh (termasuk kepala) sekitar 89-135 cm. Ekornya berukuran 12-23 cm. Tinggi bahunya sekitar 40-65 cm, dan bobotnya bisa mencapai 35 kg. Jantannya memiliki tanduk pendek yang dapat tumbuh kembali jika patah.

Rambutnya berukuran pendek, rapat, lembut, dan licin. Warna bulunya bervariasi dari mulai cokelat gelap hingga cokelat terang. Pada punggungnya terdapat garis kehitaman dan daerah perut hingga kerongkongannya berwarna putih.

Kijang memiliki gigi taring yang tajam dan panjang hingga keluar dari mulutnya. Kijang jantan memiliki gigi taring yang lebih tajam daripada gigi taring yang dimiliki kijang betina.

Berikut ini jenis-jenis kijang di dunia:

  • Muntiacus muntjak (kijang biasa)
  • Muntiacus reevesi (kijang reeve), diintroduksi ke Inggris
  • Muntiacus crinifrons (kijang hitam)
  • Muntiacus feae
  • Muntiacus atherodes (kijang keemasan Kalimantan)
  • Muntiacus rooseveltorum
  • Muntiacus gongshanensis
  • Muntiacus vuquangensis(kijang raksasa Vietnam)
  • Muntiacus truongsonensis
  • Muntiacus putaoensis

Ketika kijang mendeteksi kedatangan predator, mereka biasanya mengeluarkan suara yang mirip gonggongan anjing. Mereka bisa menggonggong hingga lebih dari satu jam sebagai peringatan tanda bahaya sekaligus untuk mengusir predator.

Kijang hanya membutuhkan waktu beristirahat selama 3 jam saja. Sisanya selama 21 jam dipergunakan untuk beraktivitas. Kijang merupakan hewan soliter yang menikmati hidup menyendiri.

Kijang tidak mengenal musim kawin dan dapat kawin kapan saja, tetapi perilaku musim kawin muncul bila kijang dibawa ke daerah beriklim sedang. Hewan ini bisa melahirkan satu anak dalam satu masa kehamilan yang berlangsung selama 180 hari. Berat anak kijang yang dilahirkan oleh induk kijang berkisar antara 500-650 gram. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here