Home Kampus Mengenal KWT Lestari Alam, Desa Balumbang Jaya Bogor

Mengenal KWT Lestari Alam, Desa Balumbang Jaya Bogor

Agrozine.id– Berawal dari keprihatinan seorang penyuluh pertanian, Muhammad Jono melihat potensi tumbuhan pekarangan rumah yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat desa Batu Hulung 7, Balumbang Jaya Dramaga Bogor Jawa Barat, Jono mengajak ibu-ibu rumah tangga yang ada di desa tersebut untuk membentuk sebuah kelompok tani yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun,yang diberi nama KWT Lestari Alam pada tahun 2015.

Jono mengumpulkan para ibu rumah tangga yang ada di sekitar tempat tinggalnya dan menunjuk ibu Jayanti sebagai ketua kWT Lestari Alam desa Balumbang Jaya. Memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumahnya, Jayanti dan teman-temannya menanami tumbuhan obat dan sayur-sayuran.

“Sejak awl KWT ini dibentuk, saya sudah ditunjuk sebagai ketua oleh pak Jono dan sampai sekarang belum ganti. Kalau untuk anggota dulu awal ada 20 orang-an cuma yang aktif ngga semua, karena kan ibu-ibu rumah tangga pada sibuk juga sama kerjaannya di rumah. Paling 10 an lah yang aktif, nah itu kita ganti-gantian nyiram tanaman dan nanam juga”, ucap Jayanti.

Pada tahun 2018, Kebun Tumbuhan Obat Keluarga KWT Lestari Alam diikutsertakan dalam Lomba Taman Herbal yang diselenggarakan oleh PT.Bintang Toedjo dan meraih juara ketiga. Namun pada perlombaan kali ini mereka tidak mengikuti lagi perlombaan tersebut dikatakan Jayanti karena kurangnya modal yang dimiliki.

Namun meski tidak mengikuti lagi lomba tersebut, KWT Lestari Alam kini memiliki tugas lain untuk melaksanakan program baru mereka yaitu Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).”Iya kalau sekarang ngga ikut lagi lomba, tapi kita mah fokus ke program baru aja yang kemarin baru selesai dikerjain juga itu P2L”, ucap Jayanti menunjukkan sebuah rumah pembibitan.

Di dalam rumah kaca tersebut terdapat beberapa bibit tanaman sayur-sayuran seperti bayam yang baru ditanami dan berbagai peralatan serta media tanam seperti polibag, pupuk dan cangkul. Dikatakan Jayanti pembuatan rumah kaca dan pemberian bibit adalah modal yang diberikan oleh Dinas Pertanian Bogor kepada kelompoknya.

“Kalau modal kita punya uang kas, tapi kalau sekarang lagi susah juga karena kondisi yang sekarang. Tapi untuk modal dari dinas sih ada, kayak pembuatan P2L itu dikasih modal dari dinas. Cuma P2L ini punya syarat anggotanya harus 30 orang, jadinya kemarin baru saya dan teman-teman cari-cari lagi siapa yang mau ikut dan Alhamdulillah sih sekarang anggota udah ada 30-an cuma kalau yang aktif tetap ngga semua”, katanya.

Sebagai seorang ketua KWT sejak 5 tahun lalu diakui Jayanti yang paling menjadi tantangan yang sering dihadapinya adalah dalam pembuatan proposal dan anggaran dana. Meski ada bantuan dana dari pemerintah, ia mengaku tidak mudah untuk menggunakannya. “Uang sih, modal yang jadi tantangan utama kita dalam menjalankan KWT ini. Nah kalau ada bantuan modal dari pemerintah, itu saya suka kewalahan buat proposalnya dan mengatur anggaran supaya cukup untuk beli peralatan yang lagi kita butuhin. Karena kan abis belanja harus ada semua bukti transaksinya”, ucapnya.

Saat ini hasil kebun KWT Lestari Alam masih dijual keliling desa oleh anggotanya. Belum memiliki pasar karena dikatakan Jayanti hasil kebunnya juga masih sedikit. “Ya dijual sama ibu-ibu keliling kampung sini kalau ada hasil panen, walaupun sedikit tapi ada kepuasan tersendiri lah sama kita karena itu kan hasil tanaman kita sendiri”, kata Jayanti.

Selain melanjutkan program menanam, kini KWT Lestari Alam juga menerima mahasiswa KKN atau penelitian, seperti mahasiswa KKNT IPB University yang baru saja menyelesaikan programnya pada bulan Agustus lalu. Melalui program KKNT tersebut, kini KWT Lestari Alam memiliki sepetak kolam lele yang diberikan dikerjakan bersama para mahasiswa. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here