Home Biodiversitas Mengenal Laba-Laba, Si Penjaring Serangga Yang Tak Bergigi

Mengenal Laba-Laba, Si Penjaring Serangga Yang Tak Bergigi

Agrozine – Siapa yang tak kenal laba-laba? Hewan yang menginspirasi hadirnya tokoh super hero Spiderman. Hewan kecil ini memang unik dan memiliki kemampuan luar biasa. Yuk, kenali lebih jauh hewan penjaring yang populer ini.

Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh dan empat pasang kaki. Semua jenis hewan ini digolongkan ke dalam ordo Araneae dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, dan tungau dimasukkan ke dalam kelas Arachnida.

Hewan ini dapat ditemukan di setiap benua, kecuali di Antartika, dan telah bertahan lama di hampir semua habitat, kecuali kolonisasi udara dan laut. Sedikitnya ada 45.800 spesies dan 114 suku laba-laba telah dicatat oleh para taksonomis. Hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, sering kali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik sehingga diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.

Tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, hewan ini hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang merupakan gabungan dari kepala dan dada (toraks). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.

Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar, terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan.

Matanya umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Kebanyakan hewan ini memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang. Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Namun, pada beberapa jenis laba-laba pemburu mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna.

Hewan ini merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis jenisnya mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae. Meski demikian, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.

Tidak semua jenisnya membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutra dari helaian serat protein yang tipis namun kuat. Benang ini  berasal dari kelenjar spinneret yang terletak di bagian belakang tubuhnya.Benang ini amat berguna untuk membantu pergerakannya, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, dan melindungi lubang betina.

Meskipun hewan pemakan daging, uniknya laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, hewan ini memiliki alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.

Untuk menandai kehadiran mangsanya, pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indra peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya.

Kebanyakan jenisnya merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis hewan ini memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon sehingga tak perlu bersembunyi.

Laba-laba penenun membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, hewan ini segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.

Sedikit berbeda, laba-laba pemburu biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.

Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian, perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu diisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremukkan tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bola-bola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut.

Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang suteranya. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.

Demikian informasi tentang laba-laba. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berkarya, dan semoga  sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here