Home Perkebunan Mengenal lebih jauh dan tips menanam tebu bagi pemula

Mengenal lebih jauh dan tips menanam tebu bagi pemula

tips menanam tebu bagi pemula

Tebu merupakan tanaman berjenis rumput-rumputan yang tumbuh di iklim subtropis pada dataran rendah. Mereka bisa hidup optimal pada suhu 24-30ºC dengan kecepatan angin 10 km/jam menghindari tebu tumbang.

Dalam segi bisnis, batang tebu mempunyai dua manfaat utama, sari tanaman ini menjadi sumber utama pembuatan gula yang sudah banyak masyarakat konsumsi. Selain itu, ampasnya bisa kamu gunakan untuk pembuatan pupuk organik. Sehingga sangat cocok untuk kamu jadikan budidaya tebu sebagai bisnis. Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus lihat tips berikut ini.

Lahan

Sebelum kamu membeli tanah untuk lahan tebu, sebaiknya kamu melakukan kamu melakukan pengecekan pH tanah di antara 5,7–7. Umumnya, petani menggunakan sistem Reynoso sebagai pengolahan lahan. Singkatnya, teknik ini mengharuskan kamu membuat saluran untuk pembuangan dan penampungan air seperti lahan sawah.

Setelah membersih gulma, kamu harus menggemburkan tanah dengan membolak-balikan tanah. Kemudian, membuat parit sebagai jalur air. Parit ini terdiri dari; keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 90 cm; mujur dengan lebar 60 cm dan kedalaman 80 cm; malang lebar 50 cm kedalaman 70 cm. Untuk menanam tebu, buat dengan lebar 40 cm dan kedalaman 30 cm

Pemilihan bibit

Di Indonesia, ada lima jenis bibit yang digunakan tergantung dari kriteria lahan petani.

  1. Rayungan, ciri bibit ini mempunyai mata tunas yang sudah tumbuh cocok untuk perairan yang memadai. Namun, saat ini bibit ini sudah berkurang karena area pembibitan dan penanaman yang berjarak cukup membuat benih rusak.
  2. Bagal, tunas pada bibit ini belum tumbuh dan bagus untuk lahan sawah atau tegalan.
  3. Lonjoran, masih berupa batang utuh
  4. Beberan, bibit bagal yang sengaja tumbuh tunasnya
  5. Pucuk, merupakan bagian ujung batang sepanjang 3 ruas

Penanaman dan perawatan

Penanaman tebu sangat tergantung dari kebutuhan pabrik gula. Kamu harus menanam pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Karena saat masa panen atau umur 12 bulan, pabrik gula sedang melakukan penggilingan tebu.

Posisi penanaman tergantung jenis. Posisi bibit tebu harus miring bila kamu menggunakan rayungan. Namun, untuk jenis lain penanaman mendatar dan mata tunas ke samping. Agar tidak mudah bergeser, kamu harus menutupinya dengan tanah.

Setelah satu minggu masa tanam, kamu harus memperhatikan kondisi tebu karena pada saat ini sangat penting untuk mengganti bibit yang mati sehingga saat panen tetap maksimal. Pada minggu keempat, kamu bisa melakukan penyulaman atau pergantian tanaman kembali.

Selama masa pertumbuhan, 4–5 bulan kamu masih perlu memberikan air secara berkala dengan kuantitas yang banyak. Pada masa hampir 2 minggu, kamu perlu menyirami tanaman 3 kali sehari. 2–4 minggu umur tanaman, berikan air 2 kali dalam seminggu. Saat umur 4–6 minggu, penyiraman air dilakukan seminggu sekali. Terakhir, penyiraman dilakukan sebulan sekali saat umur 6–16 minggu.

Setelah itu, kamu tidak perlu menyirami tanaman tebu karena sudah masuk musim penghujan. Pastikan kamu menanamnya pada bulan Juni ya. Kamu juga perlu melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan gulma dan hama agar tidak mengganggu tanaman tebu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here