Home Kehutanan Mengenal MACADA : Perangkat Monitoring Pengelolaan Mangrove di Indonesia

Mengenal MACADA : Perangkat Monitoring Pengelolaan Mangrove di Indonesia

Foto udara kondisi tutupan hutan mangrove di kawasan penyangga Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Sumatera yang sebagiannya telah beralih fungsi menjadi areal perkebunan kelapa sawit di Mendahara, Tanjungjabung Timur, Jambi, Jumat (10/7/2020). Maraknya alih fungsi lahan mangrove menjadi perkebunan kelapa sawit skala besar di daerah itu terus mengancam keberadaan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Sumatera yang merupakan rumah bagi sejumlah satwa khas di antaranya buaya muara, kepiting bakau dan ikan sembilang. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.

Agrozine.id –  Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang penting untuk daerah pesisir. Sehingga pemantauan dan pengelolaan yang tepat sangat dibutuhkan untuk kelangsungan ekosistem ini. Berdasarkan hal tersebut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mengembangkan aplikasi MACADA (Mangrove Collection and Analysis of Data). Hal tersebut disampaikan dalam acara Webinar “Pengembangan Perangkat Monitoring Mangrove di Indonesia”, Kamis 6 Agustus 2020 melalui streaming Youtube.

“Saat ini area mangrove di Indonesia telah mengalami penurunan hingga 30% sejak tahun 1900-an akibat pembangunan dan aktivitas manusia”, ungkap Dr Ir Augy Syahailatua selaku Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI seperti dilansir dari berita resmi lipi.go.id.

Augy menjelaskan telah melakukan pemantauan bakau di lebih dari 40 lokasi di Indonesia. “Penelitian LIPI telah menghasilkan ribuan kumpulan data struktur komunitas mangrove dari berbagai habitat yang kemudian digunakan untuk mengembangkan alat pemantau mangrove, salah satunya adalah MACADA”, jelasnya.

Aplikasi MACADA adalah salah satu dari tiga alat bantu pemantauan mangrove yang dikembangkan dari dataset Coremap yang menyediakan parameter struktur komunitas seperti kepadatan, ukuran morfologi, frekuensi,dominansi dan indeks kesehatan mangrove.

Aplikasi MACADA dirancang untuk bisa digunakan oleh semua orang, bukan hanya ilmuwan saja untuk memantau dan melihat kondisi ekosistem mangrove. Applikasi berbasis android tersebut bisa digunakan untuk memasukkan data dan melakukan analisis saat pemantauan. Hal tersebut dijelaskan oleh Peneliti Pusat Oseanografi LIPI, I Wayan Eka Dharmawan.

“Aplikasi ini sangat berguna sekali dan berbasis Android bisa mengambil data ke lapangan, ambil data tinggal analisis”, tutur Wayan. Ia menambahkan, informasi mengenai cara penggunaan aplikasi MACADA ada dalam buku panduan pemantauan mangrove yang sudah disiapkan oleh LIPI.

Indeks Kesehatan Mangrove dinilai dari tiga aspek yaitu struktur tegakan hutan mangrove, yaitu kerapatan kanopi, diameter rata-rata batang pohon dan jumlah tegakan tiang atau pohon mangrove yang berukuran kecil.

Indeks tersebut dapat menggambarkan kesehatan mangrove dari sisi vegetasi dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Dengan demikian MHI (Mangrove Health Index) diharapkan dapat membantu pemantauan dan pengelolaan mangrove dengan aplikasi MACADA. (ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here