Home Perkebunan Mengenal Propaktani, Program Kementan untuk Petani

Mengenal Propaktani, Program Kementan untuk Petani

Agrozine – Kementerian Pertanian (Kementan) melanjutkan Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan (Propaktani) yang telah dicanangkan pada tahun 2019. Kementan akan mereplikasi Propaktani dengan memperluas cakupan wilayah ke 130 Kabupaten di Indonesia. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyebutkan, pola ujicoba telah berhasil dilakukan di beberapa lokasi seperti Tuban, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.

Propaktani merupakan strategi untuk membangun pertanian berbasis korporasi atau industri. Sehingga dapat dikatakan bahwa Propaktani merupakan pondasi industrialisasi pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Pola ini akan terus dikawal dan dikembangkan dan tahun depan diperluas di seluruh wilayah,” jelas Suwandi dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas SDM di Bogor pada Selasa (4/8).

Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, Suwandi menjelaskan korporasi pertanian dapat meningkatkan produksi dan komoditas berbasis ekspor. Beliau juga menjelaskan prinsip Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan (Propaktani). Pertama, pendekatan pengelolaan korporasi dilakukan dengan skala lahan hamparan seluas 5000 hektare yang dapat dikelompokkan menurut klaster 500 hektare di 10 titik.

Yang kedua, sistem pertanian terpadu atau integrated farming dengan komoditas utama dan penunjang. Suwandi mencontohkan wilayah Indramayu, dengan komoditas unggulannya padi yang melibatkan 3 hingga 4 kecamatan dan dikelola dalam 1 korporasi. Sementara komoditas pendukung yang ditanam seperti sayuran, cabai, bawang merah, kelapa, ternak itik, dan sapi. Beliau mengungkapkan, program Propaktani meliputi kegiatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Integrasi Propaktani mencakup aspek infrastruktur, alsintan, budidaya, hingga panen dan pemasaran. “Kelompok tani juga harus bisa naik kelas kelembagaannya bisa berbentuk CVI, koperasi, maupun BUMDes. Kelembagaan yang terpenting adalah pengelolaan manajemen kepengurusan yang baik, oleh karena itu perlu sekali kegiatan seperti ini,” ujar Suwandi, seperti dilansir dari bisnis.com.

Langkah berikutnya yang akan dilakukan Kementan yakni sinergi program Propaktani dengan pembiayaan, investasi, dan ekspor. Kawasan dan klaster dapat memanfaatkan lokasi yang telah ditata dan dioptimalkan. Korporasi juga akan memudahkan akses anggota kelompok tani yang telah bergabung untuk mengajukan pendanaan dari swadaya dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, petani dapat bermitra dengan perusahaan benih, pupuk, juga asuransi. (rin)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here