Home Kampus Mengenal Rizki Kurnia Tohir : Mengembangkan Pengelolaan Konservasi dengan Teknologi

Mengenal Rizki Kurnia Tohir : Mengembangkan Pengelolaan Konservasi dengan Teknologi

Agrozine.id – Dalam artikel ini kita akan mengenal sosok seorang dosen muda berprestasi di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Rizki Kurnia Tohir adalah seorang dosen muda yang mengajar mata kuliah rekayasa kehutanan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Tohir sapaan akrab pria yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan IPB University ini memulai karirnya sebagai dosen sejak Juli 2018 melalui jalur pendaftaran non PNS dan kini dirinya sudah berstatus sebagai dosen tetap.

Latar Belakang Pendidikan

Tohir menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kehutanan IPB University pada tahun 2016 dan ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas yang sama dan lulus pada tahun 2018.

Dalam memulai karirnya sebagai dosen, bukanlah perjalanan mudah bagi Tohir. Banyak usaha dan tenaga yang ia korbankan untuk sampai pada tahap pekerjaannya saat ini.

“Perjalanan untuk bisa di posisi ini cukup banyak rintangan. Kalau orang lain mungkin memandang menyelesaikan studi S2 itu mudah karena memiliki sumberdaya yang memadai, tapi tidak untuk saya. Saya perlu berjuang untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi, karena saya bukan berasal dari keluarga berada dan saya merupakan sarjana pertama di keluarga saya. Pada saat kuliah saya terusa berusaha untuk bisa berkarya supaya bisa meningkatkan soffskill dan hardskill sehingga dengan kegigihan itu saya bisa menuai hasil sekarang”, ucapnya.

Kini sebagai dosen muda ia mengajar mata kuliah Rekayasa Kehutanan,  diakui Tohir apa yang ia kerjakan saat ini adalah passionnya.

“Sekarang saya mengajar di bidang yang saya tekuni termasuk diantaranya bioekologi satwaliar, pengelolaan kawasan konservasi dan lain sebagainya. Selain mengajar di departemen, saya juga diperbantukan mengajar di TPB untuk mata kuliah biologi dasar dan Tata Tulis Karya Ilmiah”, katanya.

Pengalaman Kerja dan Prestasi

Sebelum menjadi dosen, Tohir sudah memiliki segudang pengalaman kerja dan prestasi yang ia raih dari berbagai kegiatan. Menurutnya dari semua pekerjaan yang ia lakukan sampai menjadi dosen seperti saat ini, ilmu yang ia dapat selama belajar di Fakultas Kehutanan sangat berguna.

“Ilmu yang dulu saya pelajari di KSHE sangat diterapkan untuk saya mengajar saat ini, ilmu-ilmu dasar konservasi menjadi landasan pengembangan materi ajar saat ini. Karena fokus saya untuk mengembangkan mata ajaran aplikatif pengelolaan konservasi dengan menggunakan teknologi”, ucapnya.

Memiliki segudang pengalaman kerja membuat Tohir mudah menyesuaikan diri ketika pertama kali menjadi dosen. Beberapa penghargaan yang ia peroleh selama menjajaki karir di bidang kehutanan antara lain:

  • Delegasi Fakultas Kehutanan pada Pelatihan Mahasiswa Kehutanan Indonesia
  • The Winner of Anti Plastic Hero 2015
  • 15 Peserta The Best Project Idea on “National Geographic
  • Young Explorer Grants Workshop “Institut Pertanian Bogor
  • Oral Presenter pada International Ornithological Congress of Southeast Asia 2015, Khon Kaen Thailand
  • Penghargaan Lingkungan Fakultas Kehutanan IPB
  • PKM Penelitian Didanai Dikti 2015
  • Student Association Institut Pertanian Bogor, dan
  • 1st Mahasiswa Berprestasi Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata 2016

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang dosen, Tohir memiliki strategi khusus agar materi yang diajarkannya menarik untuk mahasiswa ia mengatakan selalu mendesain tampilan materi yang diajarkannya semenarik mungkin.

” Untuk menarik minat belajar mahasiswa dalam perkuliahan yang pertama saya selalu mendesain tampilan presentasi menarik bergambar supaya tidak membosankan, kedua saya mengikuti pola generasi milenial supaya pembicaraan bisa dikaitkan dengan kondisi terkini sehingga mahasiswa tertarik, ketiga berusaha membuat mahasiswa nyaman dengan sering berinteraksi dengan mereka baik kegiatan akademik maupun diluar akademik”, ujarnya.

Kini selain mengajar, Tohir juga sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengembangkan ekowisata mangrove di Pasir Sakti Lampung Timur.

“Kegiatan saya diluar mengajar sekarang saya sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengembangkan ekowisata mangrove di Pasir Sakti, Lampung Timur bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan Balai Pelestarian Daerah Aliran Sungai Way Seputih Sekampung. Selain itu juga saya melakukan beberapa penelitian yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati di kampus baik burung, mamalia maupun herpetofaun. Aktif juga menulis artikel ilmiah dan sedang menyiapkan buku keanaekaragaman hayati kampus”, pungkasnya.(ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here