Home Biodiversitas Mengenal Sarus, Bangau Tertinggi Di Dunia

Mengenal Sarus, Bangau Tertinggi Di Dunia

Bangau Sarus Pandai Berdansa (Sumber foto: zooboise.org)

Agrozine.id – Di antara burung-burung yang bisa terbang, burung ini yang posturnya tertinggi sedunia. Bangau sarus bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Bangau ini dulu tersebar secara luas di Asia tenggara, tetapi sekarang hanya terbatas di negara Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. Bangau ini juga tersebar di India, Nepal, Bhutan, dan Australia.

Bangau sarus mendiami daerah dataran rendah dengan air yang dangkal, seperti sawah, rawa, dan danau. Bangau ini sudah terbiasa tinggal di area pertanian yang luas. Sawah yang ditanami padi lebih sering dipilih sebagai habitatnya karena dekat sumber makanan. Bangau ini mampu beradaptasi di habitat yang lebih kering.

Bangau sarus tingginya mencapai 180 cm, beratnya 6,8-7,8 kg, dan rentang sayapnya  220–250 cm. Karena ukurannya, bangau ini jadi spesies bangau tertinggi. Bulunya berwarna abu-abu dengan kepala dan leher berwarna merah.

Bangau sarus tidak bermigrasi dan hidup berpasangan. Mereka kawin seumur hidup dan pasangannya akan selalu bersama sehingga menjadi simbol kesetiaan dalam perkawinan.

Bangau sarus adalah omnivora dan biasa menyantap ikan, serangga, katak, reptil, dan mamalia kecil. Bangau ini merupakan burung yang cerdas. Mereka dapat menggunakan alat untuk mencari makan dan membangun sarang. Sarangnya dibangun di atas air atau di atas pohon.

Seperti spesies bangau pada umumnya, bangau sarus pintar berdansa. Bangau ini berdansa untuk menarik perhatian lawan jenis dan sebagai ritual sebelum kawin. Berdansa juga dilakukan bangau muda untuk melatih kemampuan motoriknya. Gaya berdansanya rumit, namun indah untuk dilihat.

Bangau sarus dianggap sebagai spesies bangau teritorial. Kalau sedang bersarang, bangau ini jadi sangat protektif terhadap wilayahnya. Mereka menjadi sangat agresif dan tanpa ampun terhadap para penyusup. Para bangau yang masih lajang biasanya berkumpul dalam satu kelompok besar. Mereka akan beristirahat dan makan di wilayah yang sama.

Musim kawinnya dimulai pada bulan November dan berlangsung hingga April. Bangau sarus betina akan bertelur 2-3 telur di sarang yang terbuat dari ranting. Sarangnya biasanya dibangun di atas pohon tinggi atau di tiang listrik. Unggas ini berkembang biak di wilayah tropis dan subtropis dengan temperatur yang bisa meningkat drastis. Bagusnya, bangau ini menghasilkan telur berangkang tebal dan berwarna putih cerah. Kulit telur yang berwarna putih berguna untuk memantulkan panas sinar matahari. Cangkangnya yang tebal melindungi embrio dalam telur dari panasnya matahari. Kedua induknya mengerami telur selama sekitar 30 hari.

Anak bangau ini lahir dalam keadaan tidak berdaya sehingga membutuhkan perawatan dari induknya. Kedua induknya memberi makan anaknya dengan serangga, ikan, dan katak. Anaknya meninggalkan sarang pada usia sekitar 60 hari.

Spesies bangau sarus berstatus rentan (vulnerable) atau  dalam Daftar Merah IUCN. Keberadaan spesies bangau ini terancam oleh makin berkurangnya wilayah habitat aslinya. Perluasan wilayah pertanian, lahan basah yang makin menyusut akibat kekeringan, hingga pembangunan untuk kebutuhan manusia makin mengurangi habitat bangau ini. Unggas ini juga diburu dan telur-telurnya dicuri. Penggunaan pestisida juga mengancam keselamatannya. Semoga bangau sarus ini tetap lestari di alam. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here