Home Populer Profil Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian Republik Indonesia Ke-28

Profil Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian Republik Indonesia Ke-28

twitter.com/Syahrul_YL

Agrozine – Syahrul Yasin Limpo lahir pada 16 Maret 1955 dari pasangan Muh. Yasin Limpo dengan Nurhayati. Beliau adalah anak ke-2 dari 7 bersaudara dan di keluarga akrab disebut Daeng Kawang.

Syahrul memulai pendidikannya di SD Negeri Mangkura Makassar pada tahun 1961 dan lulus pada tahun 1967. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 6 Makassar. Setelah menyelesaikan pendidikanya di SMP, Syahrul Yasin Limpo bersekolah di SMA Katolik Cendrawasih Makassar dan lulus tahun 1973.

Syahrul Yasin Limpo melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar. Selama kuliah, beliau aktif sebagai pemimpin redaksi buletin mahasiswa Fakultas Hukum Unhas bernama Justisi. Setelah meraih gelar sarjana hukumnya pada 1983, beliau mengambil pendidikan masternya di Pasca Sarjana LAN (Lembaga Administrasi Negara) tahun 1999. Tak cukup sampai di situ, beliau juga melanjutkan pendidikan master ilmu hukumnya di Universitas Hasanuddin dan mengambil gelar doktor di kampus yang sama.

Syahrul Yasin Limpo memulai karirnya di organisasi dan partai politik pada tahun 1990–1993  sebagai Sekretaris DPP KNPI Sulsel. Kemudian, meningkat menjadi Ketua DPP AMPI Sulsel periode 1993–1998. Selanjutnya, beliau menjadi sekretaris DPP Golkar Sulsel tahun 1993–1998. Kemudian beliau menjadi Ketua FKPPI Sulsel (Tahun 2004–2008), Ketua FORKI Sulsel (Tahun 2004–2008), dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka (Tahun 2004–sekarang). Setelah itu, meningkat lagi menjadi Ketua Kosgoro 57 (Tahun 1998), Ketua DPD I Golkar Sulsel (Tahun 2009–2018), dan Ketua DPP Partai NasDem (Tahun 2018-sekarang).

Pengalaman kerja Syahrul Yasin Limpo dimulai dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980. Pada tahun 1982, dipercaya sebagai Kepala Seksi Tata Kota. Setahun kemudian, diangkat menjadi Kepala Sub Bagian Perangkat IV & V PD. Biro Pemerintahan Umum. Setelah itu, beliau menjabat sebagai Kepala Wilayah Kecamatan Bontonompo, Gowa Tahun 1984. Selanjutnya berturut-turut menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Setwilda Tk. I Sulsel Tahun 1987, Kepala Bagian Pembangunan Setwilda Tk. I Sulsel Tahun 1988, Kepala Bagian Urusan Generasi Muda & OR Setwilda Tk. I Sulsel Tahun 1989, Sekretaris Wilayah Daerah Tk. II Kabupaten Gowa Tahun 1991, dan Kepala Biro Humas Setwilda Tk. I Tahun 1993.

Karirnya semakin mantap saat beliau terpilih menjadi Bupati Kabupaten Gowa Tahun 1994–2002. Kemudian, beliau menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2003–2008.

Karirnya makin cemerlang saat Syahrul Yasin Limpo bersama Agus Arifin Nu’mang terpilihj sebagai Gubernur Sulawesi Selatan pertama hasil pemilihan umum pada 8 April 2008. Tahun pertama menjadi Gubernur, Syahrul menargetkan peningkatan posisi Sulawesi Selatan sebagai provinsi penyangga beras untuk kebutuhan nasional. Pada tahun 2009, pergerakan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan sekitar 7.8 persen. Hal ini dipicu dengan pertumbuhan produksi jagung sehingga Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan melakukan terobosan di tengah krisis global dengan melayani kebutuhan ekspor ke Malaysia dan Filipina dan menyusul pengiriman yang sudah dilakukan sekitar 8 ribu ton ke Filipina, Maret 2009.

Pada tanggal 23 Oktober 2019, Syahrul Yasin Limpo resmi dilantik Presiden Joko Widodo untuk menjadi menteri pertanian periode 2019-2024 menggantikan Amran Sulaiman yang juga berasal dari Sulawesi Selatan.

Karyanya dalam bekerja dibuktikan dengan diraihnya berbagai Penghargaan, yaitu:

  • Upakarti dari Presiden RI, tahun 1997
  • Manggala Karya Kencana tahun 1997
  • Bhakti Koperasi dan Pengusaha Kecil dari Menteri Kopersai & UKM tahun 1997
  • Satyalancana Kebaktian Sosialdari Presiden RI, tahun 1998
  • Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI, tahun 2001
  • Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, tahun 2003
  • Satyalancana Pembangunan Pertanian (2007)
  • Peningkatan Produksi Beras di atas 5 persen mendukung P2BN (2008)
  • Agro Inovasi (2009)
  • Peningkatan produksi beras di atas 5 persen mendukung P2BN tahun 2009 (2010)
  • Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan (2011)
  • Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan (2012)
  • Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan (2013)
  • Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan (2014)
  • Leadership Awards (Gubenur Terbaik) (2017)
  • Penghargaan atas capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) Pertanian

Demikian informasi tentang Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., Menteri Pertanian Indonesia ke-28. Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi generasi muda untuk berkarya nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here