Home Agrowisata Mengenal Taman Nasional Gunung Rinjani Di Nusa Tenggara Barat

Mengenal Taman Nasional Gunung Rinjani Di Nusa Tenggara Barat

rinjaninationalpark.id

Agrozine – Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok merupakan salah satu spot pendakian terfavorit para pecinta alam. Rinjani merupakan gunung merapi tertinggi kedua yang ada di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut.

Pesona dan keindahan gunung ini memang sudah kesohor. Saat berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, para pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang beragam. Tak hanya dapat melihat pemandangan yang indah, tetapi juga melihat ragam tumbuhan dan satwa yang hidup di kawasan Taman Nasional ini.

Pada awalnya, Taman Nasional ini merupakan kawasan Suaka Marga Satwa yang ditetapkan Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1941 yang merupakan bagian dari Kelompok Hutan Rinjani. Pada tahun 1990, kawasan ini diumumkan menjadi Taman Nasional Gunung Rinjani melalui Surat Pernyataan Menteri Kehutanan No. 448/Menhut-VI/1990 tanggal 6 maret 1990 pada acara Puncak Pekan Konservasi Alam Nasional ke-3 di Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat.  Kemudian, melalui  Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.298/Menhut-II/2005 tanggal 3 Agustus 2005 ditetapkan sebagai Taman Nasional.

Di tahun 2007, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Februari 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam Tipe B.

Berdasarkan SK tersebut Taman Nasional ini dibagi menjadi 2 (dua) wilayah pengelolaan yaitu :

Seksi Konservasi Wilayah  I  Lombok Barat

Menangani wilayah Taman Nasional yang berada di Kabupaten Lombok Barat dengan luas areal ± 12.357,67 Ha (30%) yang dibagi dalam 3 (tiga) Resort (Anyar, Santong, Senaru) dan beberapa Pos Jaga.

Seksi Konservasi Wilayah II Lombok Timur

Menangani wilayah Taman Nasional yang berada di 2 (dua) Kabupaten di Kabupaten Lombok Timur seluas  ± 22.152,88 Ha (53%), sementara wilayah Taman Nasional yang berada di Kabupaten Lombok Tengah seluas ± 6.819,45 Ha (17%) yang terbagi dalam 6 resort (Aikmel, Kb.Kuning, Joben, Sembalun, Aik Berik, Steling) dan beberapa Pos Jaga .

Kawasan TNGR terletak di Pulau Lombok, secara geografis terletak  antara 116°21’30” – 116°34’15” BT dan 8°18’18” – 8°32’19” LS dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian mulai 500 m hingga 3726 m dpl dengan variasi kemiringan lahan bervariasi : datar, bergelombang, berbukit sampai bergunung. Gunung-gunung yang ada disekitar kawasan Taman Nasional ini diantaranya Gunung Pelawangan, Gunung Daya, Gunung Sangkareang, Gunung Buah Mangge, dan Gunung Kondo.
Sesuai dengan SK Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor : SK 243/KSDAE/SET/KAS.0/6/2017  tentang Penataan Zona pada Taman Nasional Gunung Rinjani.  Maka guna kepentingan pengelolaan sebagai Taman Nasional di Indonesia, kawasan TNGR dibagi menjadi beberapa zona pengelolaan yaitu:

  •  Zona Inti                 :  17.110,18    Ha
  •  Zona Rimba             :  10.603,18    Ha
  •  Zona Pemanfaatan   :  10.563,77    Ha
  •  Zona Rehabilitasi     :    1.062,93    Ha
  •  Zona Tradisional      :    1.760,09     Ha
  •  Zona Khusus           :        184,06    Ha
  •  Zona Religi              :        45,80      Ha
  •  JUMLAH                  :  41.330,00     Ha

Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki beragam jenis tumbuhan, diantaranya 447 jenis pohon, 6 jenis rotan, 28 jenis liana, 55 jenis anggrek, 59 jenis paku-pakuan, dan 117 jenis jamur. Tak cuma beragam tumbuhan, berbagai jenis hewan pun ada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Teridentifikasi 19 jenis mamalia, 20 jenis serangga, 8 jenis reptil, dan 154 jenis burung.

Jenis mamalia penting yang hidup dan berkembang di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain Babi Hutan (Sus Scrofa), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Lutung (Tracyphitecus auratus cristatus), Ganggarangan Kecil (Vivvericula indica) dan Trenggiling (Manis javanica), Musang  Rinjani  (Paradoxurus- hermaproditus rhindjanicus), Leleko/Congkok (Felis bengalensis javanensis), Rusa Timor (Cervus timorensis floresiensis), dan Landak (Hystrix javanica).

Beberapa jenis burung yang hidup di sana diantaranya Kakatua Jambul Kuning (Cacatua shulphurea parvula), Koakiau (Philemon buceroides neglectus), Perkici Dada Merah (Trichoglossus haematodus),  Isap Madu Topi Sisik (Lichmera lombokia), Punglor Kepala Merah (Zootera interpres), dan Punglor Kepala Hitam (Zootera doherty). Terdapat juga burung endemik di Taman Nasional Gunung Rinjani, yaitu Celepuk Rinjani yang dikenal juga sebagai burung hantu terkecil di Indonesia. Celepuk Rinjani juga dikenal dengan nama Otus jolandae atau oleh masyarakat lokal disebut dengan Burung Pok. Celepuk Rinjani tersebar di kawasan hutan Jeruk Manis/Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru, Kabupaten Lombok Utara.  Sejak 2013, Celepuk Rinjani jadi salah satu maskot Rinjani, selain Kijang dan Elang Flores. Burung ini termasuk dalam jenis satwa yang terancam punah.

Demikianlah pengenalan tentang Taman Nasional Gunung Rinjani. Semoga bermanfaat dan kamu untuk turut serta melestarikan taman nasional yang menjadi tempat hidup beragam tumbuhan dan satwa ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here