Home Hortikultura Mengenal Tanaman Andaliman, Lada Batak Pengganti Cabai

Mengenal Tanaman Andaliman, Lada Batak Pengganti Cabai

Buah Andaliman Yang Masih Hijau di Pohonnya (Foto: https://promnicesk.pics)

AgrozineTanaman andaliman yang bernama ilmiah Zanthoxylum acanthopodium DC ini disebut pula tuba atau itir-itir. Dalam bahasa Mandarin, andaliman dikenal sebagai huajiao (lada bunga). Orang Jepang mengenalnya sebagai sansho, sedangkan di Korea ia dikenal sebagai sanchonamu atau chopinamu. Dalam bahasa Inggris nama yang paling populer adalah sichuan pepper.

Andaliman adalah bumbu masak khas Asia dan di Indonesia hanya dikenal untuk masakan Batak sehingga dikenal orang luar daerah ini sebagai merica atau lada batak. Khasiatnya yang mampu menghilangkan bau amis pada ikan mentah menjadikan andaliman sebagai bumbu andalan dalam masakan khas Batak, seperti arsik dan saksang. Selain dalam masakan Batak, penggunaan andaliman sebagai bumbu masak juga dikenal dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan.

Andaliman beraroma jeruk yang lembut, tetapi cukup pedas sehingga meninggalkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada. Rasa kelu di lidah ini disebabkan adanya kandungan hydroxy-alpha-sanshool pada rempah tersebut.

Di Indonesia, andaliman banyak tumbuh secara liar di hutan penuh semak wilayah Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Dairi. Sedangkan di Kabupaten Simalungun terdapat 3 kecamatan penghasil andaliman, yaitu kecamatan Raya, Dolog Masagal dan Purba.

Karakteristik Tanaman Andaliman

  • Andaliman dapat tumbuh hingga ketinggian 5 meter.
  • Tanaman ini dapat tumbuh pada rentang suhu antara 15°C—18°C di ketinggian 1.200—1.500 meter di atas permukaan laut.
  • Tanaman andaliman dipenuhi dengan duri di sekujur batang dengan daun yang tersebar, majemuk menyirip gasal, bertangkai,serta mengandung kelenjar minyak.
  • Warna daun mudanya cukup unik, dimulai dari warna hijau di bagian atas hingga agak kemerahan di bagian bawah.
  • Tanaman andaliman berbuah dan dapat dipanen setelah berumur 1,5 tahun.Ketika panen, satu batang pohon dapat menghasilkan 5 kg—7 kg andaliman. Tanaman ini dapat terus berproduksi hingga umur 10—15 tahun.

Serbuk buah andaliman yang mengandung senyawa aromatik dan minyak esensial juga dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba yang berfungsi untuk menghambat perkembangan bakteri Bacillus cereus, Eschericia coli, Pseudomonas fluorescens, Salmonella typhimurium, dan Staphylococcus aureus. Kandungan vitamin C dan E alami dalam buah ini juga dapat berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Di dunia pertanian sendiri, andaliman dapat diandalkan sebagai insektisida yang mampu menghambat pertumbuhan hama bubuk jagung dari serangga Sitophilus zeamais.

Dalam kuliner Batak, andaliman diolah pada bentuk segar atau kering yang biasanya dihaluskan, lalu dijadikan bumbu untuk berbagai macam masakan, seperti sambal na tinombur, arsik (ikan mas bumbu kuning), saksang (gulai babi), dengke mas na niura, sambal tuktuk, ayam pinadar, dan mi gomak. Tak hanya bumbu, andaliman juga menjadi resep yang tak tergantikan dalam membuat berbagai macam sambal khas Batak, seperti sambal andaliman, sambal na tinombur, dan sambak tuktuk.

Andaliman yang kering, tidak lembap, dan beraroma menyengat adalah pilihan yang bagus untuk dijadikan bumbu masakan. Penyimpanan andaliman sebaiknya menggunakan toples kedap udara dan kering agar tetap terjaga kualitasnya.

Demikian informasi tentang tanaman andaliman. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here