Home Biodiversitas Mengenal Tanaman Cakar Ayam, Spesies Pakis Anti Kanker

Mengenal Tanaman Cakar Ayam, Spesies Pakis Anti Kanker

Sumber: www.socfindoconservation.co.id

Agrozine.id – Tanaman cakar ayam yang bernama ilmiah Selaginella doederleinii juga dikenal dengan nama rumput solo atau cemara kipas gunung. Cakar ayam adalah spesies tanaman pakis yang berasal dari genus Selaginella, yang merupakan satu-satunya genus yang ada di famili Selaginellaceae.

Tanaman cakar ayam bisa ditemui di negara India, China, Jepang, Malaysia, dan Indonesia. Di wilayah Indonesia dibudidayakan di Sumatra, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Maluku.

Tanaman ini tumbuh liar di sepanjang tepi sungai, batu-batu besar dan dinding tebing basah, mulai dari ketinggian 400 hingga 750 mdpl dengan suhu rata-rata 20-25 °C. Cakar ayam banyak dijumpai di hutan yang lembap dan basah, tidak toleran terhadap matahari langsung, dan membutuhkan peneduh sampai dengan 80%.

Tanaman ini berbentuk terna, merayap, dan sedikit tegak. Daunnya kecil-kecil berbentuk jorong, ujung meruncing, dan pangkalnya rata. Warna bagian atas daunnya  hijau tua, sedangkan bagian bawahnya hijau muda. Daunnya tersusun di kiri kanan batang induk sampai ke percabangannya yang menyerupai cakar ayam. Batangnya berwarna putih kecokelatan dengan bentuk bulat dan bercabang-cabang menggarpu tanpa pertumbuhan sekunder. Tanaman ini mempunyai sporangium yang tereduksi di ketiak daun dan berwarna putih. Akarnya serabut dan berwarna cokelat kehitaman.

Tanaman cakar ayam mengandung alkaloid, saponin, dan phytosterol. Ekstrak etanolik dari tanaman ini mengandung 5 komponen lignans, yaitu lirioresinol A, lirioresinol B, wikstromol, nortrachelodide, dan matairesinol. Selain itu, cakar ayam juga mengandung dua komponen fenilpropanon, yaitu 3-hidroksi dan 4-biflavonoid. Terdapat 6 kandungan tanaman ini yang memiliki senyawa aktif sebagai antioksidan, yaitu luteolin, rutin, caffeic acid, ginkgetin, mentoflavone, dan vitexin. Keenam senyawa target ini memiliki profil toksisitas senyawa aktif yang berbeda.

Cakar ayam memiliki sifat antipiretik (penurun panas), antioksidan, antitumor, antikanker, antibakteri, antivirus, hemostatik (menghentikan pendarahan), antioedem (anti bengkak), dan pembersih darah.

Rakyat Tiongkok biasa menggunakan tanaman cakar ayam ini sebagai bahan ramuan tradisional untuk terapi sakit tenggorokan, rheumatoid arthritis, dan tumor. Manfaat lainnya adalah bisa mengatasi batuk, infeksi saluran pernapasan, radang paru, hepatitis, diare, keputihan, dan tulang patah.

Kamu bisa memperbanyak tanaman cakar ayam dengan cara stek daun atau stek batang. Pastikan potongan yang diambil memiliki akar. Dalam 1 polybag bisa diisi 8-10 stek batang ataupun stek daun. Siapkan polybag dan media tanam berupa tanah dengan campuran pupuk. Lubangi bagian tengah medianya, lalu masukkan setek. Padatkan tanah di sekitar seteknya agar tanaman tidak mudah bergerak pada saat penyiraman.

Kemudian, lakukan penyiraman sampai media sedikit basah. Setelah itu, tempatkan tanaman di lokasi yang teduh dengan intensitas sinar matahari sekitar 50-60 cm. Lakukan penyiraman dua hari sekali. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here