Home Kampus Mengenal Taufik Ari Firdaus : Mengajak Anak Muda Tekuni Bidang Pertanian, Manfaatkan...

Mengenal Taufik Ari Firdaus : Mengajak Anak Muda Tekuni Bidang Pertanian, Manfaatkan Potensi di Sekitar

Agrozine.id – Tidak lulus kuliah bukan berarti tidak bisa bekerja dengan apa yang bisa dimanfaatkan di sekitar kita. Kalimat tersebut yang dikatakan Taufik Ari Firdaus yang kini menekuni bidang pertanian organik di Denpasar Bali. Pria asal Lamongan ini sempat kuliah di Fakultas Kehutanan IPB University. Namun karena merasa tidak sanggup untuk melanjutkan perkuliahannya ia berhenti kuliah saat semester 7.

Setelah memutuskan berhenti kuliah, Taufik kembali ke kampung halamannya di Lamongan dan selama dua bulan pertama ia mengaku dalam keadaan tanpa pekerjaan yang pasti. Namun ia menggunakan waktu tersebut untuk belajar bertani dari orang tuanya.

“Waktu itu sempat dua bulan pertama tidak ada pekerjaan yang jelas, tapi masih membantu orang tua bertani. Pada saat itu komoditas yang sedang dikembangkan adalah kangkung, ditanam dari biji”, ujar Taufik.

Pada bulan Februari 2020, Taufik memutuskan untuk berangkat ke Bali setelah diterima di salah satu perkebunan sayur di Denpasar. “Tidak ada nama khsusus untuk kebun yang kami kerjakan  karena memang dikhususkan untuk suplai restoran-restoran di sekitar Denpasar. Sampai sekarang masih menggunakan sistem pertanian organik, pupuk pestisida semua diproduksi sendiri”, jelasnya.

Berbekal pengetahuan bertani yang dipelajarinya dari orang tua, Taufik mulai mengembangkan diri dengan membangun kebun sayur sendiri. Selain dari orang tuanya Taufik juga memperkaya pengetahuannya melalui internet seperti Youtube dan Podcast. Disamping itu ilmu dari bangku sekolah dan bangku kuliah yang sempat dirasakannya juga diakui Taufik turut membantu dalam mengembangkan dirinya.

“Karena orang tua juga petani, jadi aku banyak belajar dari mereka. Selain itu juga aku banyak belajar secara otodidak, dari baca jurnal, mendengarkan podcast dan berbagai macam video tutorial di internet”, kata Taufik.

Terhitung sudah 7 bulan Taufik bekerja di perkebunan sayur di daerah Denpasar Bali, dan berbekal kemauan juga ilmu yang dipelajarinya ia kini telah memiliki kebun sayur organik sendiri. Dengan modal senilai 2 juta rupiah, Taufik menanami kebun dengan komoditas sayur seperti sawi, cabai, tomat dan jagung. Diluar uang sendiri, ia juga patungan dengan beberapa anak muda desa untuk mengembangkan kebun tersebut.

“Modal awal hanya sekitar dua juta, dan untuk lahan kami memanfaatkan lahan-lahan tidur yang ada di tengah kota. Kami bertani secara konvensional dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar”, ujarnya.

Taufik mengatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang penting dalam siklus hidup manusia. Ia berharap semakin banyak anak-anak muda yang mau bertani. “Jika pemuda tidak mau bertani, lantas kedepannya mau makan apa? “, kata pria berusia 23 tahun ini. Lihat aja di sekeliling kita, jika masih ada tempat kosong untuk ditanami alangkah baiknya jika ditanami. Seminimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Aku juga baru sadar sekarang kalau sektor pertanian itu ngga bisa mati, harus tetap ada, apalagi di musim pandemi ini banyak pekerja kantoran yang di PHK, justru jadi bertani”, pungkasnya. (ira)

tonton video ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here