Home Perikanan Mengenal Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

Mengenal Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

teknologi Recirculating Aquaculture System

Agrozine.id – Dewasa ini, semakin banyak inovasi yang dikembangkan di bidang perikanan. Salah satu inovasi termutakhir adalah adanya sistem teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Di negara maju seperti Norwegia, teknologi tersebut sudah banyak diterapkan untuk budidaya perikanan. Nah, kini Indonesia juga telah berhasil mengembangkan teknolgi RAS.

Pada dasarnya teknologi RAS adalah teknologi penerapan sistem budi daya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus (resirkulasi air).

Teknologi pembenihan sistem Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional. Teknologi ini juga mampu memangkas masa pemeliharaan, menaikkan tingkat kelulusan hidup mencapai 95% dan tingkat keseragaman ukuran hingga 90%. Produktivitas produksi dengan teknologi RAS dapat naik hingga 140 kali lipat dibanding konvensional.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, RAS dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia.

Dilansir dari laman Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (@kkpgoid), keunggulan lain dengan adanya teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) ini antara lain, yaitu:

  • Aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan
  • Mudah dalam pemeliharaan dan terjaganya stabilitas air
  • Kebutuhan ruang dan lahan yang relatif kecil
  • Penggunaan air lebih hemat
  • Fleksibel dalam menentukan lokasi budidaya
  • Sanitasi dan higienitas lebih terjaga serta ramah lingkungan.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah harga benih ikan masih cukup tinggi di beberapa daerah. Penyebabnya adalah kondisi wilayah, jarak pengantaran serta ketersediaan yang belum merata. Menurut KKP kondisi ini dapat teratasi dengan memperbanyak penggunaan teknologi RAS di seluruh Indonesia, khususnya di sentra produksi perikanan budidaya. (ran)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here