Home Kelautan Mengenal Ubur-Ubur, Hewan Laut Yang Tak Punya Organ Pernapasan

Mengenal Ubur-Ubur, Hewan Laut Yang Tak Punya Organ Pernapasan

wikipedia.org

Agrozine.id – Kalau kita berjalan-jalan ke laut, kemungkinan besar kita akan menjumpai hewan yang satu ini berenang ke sana kemari. Ubur-ubur adalah binatang laut tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria. Ubur-ubur yang dimaksud  adalah hewan dari kelas Schypozoa yang sering disebut ubur-ubur sejati.

Umumnya ubur-ubur berukuran 2 sampai 40 cm, tetapi ubur-ubur yang lebih besar bisa mencapai 1-2 meter, seperti spesies terbesarnya Cyanea capillata atau lebih dikenal dengan surai singa. Ubur-ubur dapat ditemukan di lautan seluruh dunia, dari permukaan sampai laut dalam, tetapi tidak terdapat di air tawar.

Ubur-ubur memakan beragam makanan seperti krustasea atau ikan yang mereka buru menggunakan organel nematosista yang terdapat di tentakelnya. Nematosista adalah ciri khas filum Cnidaria, berupa sel berbentuk jarum yang berfungsi menusuk dan menyuntikkan racun ke mangsanya.

Ubur-ubur tidak punya kepala, mulut dan anusnya terletak di lubang yang sama. Sisi yang dekat mulut disebut oral dan sebaliknya disebut aboral. Ubur-ubur memiliki tentakel yang dipenuhi nematosista di sisinya.

Ubur-ubur adalah binatang diploblastik atau mempunyai dua lapisan sel utama, sedangkan binatang yang lebih kompleks adalah triploblastik yang mempunyai tiga lapisan utama. Dua lapisan sel utama ubur-ubur adalah eksoderm di bagian luar dan gastroderm di dalam, di tengahnya adalah mesoglea yang berfungsi sebagai rangka.

Nematosista adalah sel yang berfungsi menusuk dan menyuntikkan racun pada mangsanya. Nematosista terdiri atas organel knida atau knidosista yang berbentuk kapsul serta gulungan benang yang berisi racun, di ujung benang terdapat kait yang dapat menusuk mangsa. Untuk memicu tembakan, nematosista memiliki silia atau rambut halus yang disebut knidosil, dan terdapat operkulum sebagai penutup knida. Nematosista adalah senjata yang sangat efektif. Satu nematosista mampu melumpuhkan arthropoda dan ikan kecil.

Sebagai anggota Cnidaria, ubur-ubur memiliki dua bentuk tubuh, yaitu polip yang menempel di dasar laut dan medusa yang dapat berenang bebas dan berbentuk cangkir terbalik. Medusa bergerak menggunakan otot yang menarik tubuhnya sehingga air di dalam rongga tubuhnya akan keluar dan mendorongnya. Mesoglea-nya yang elastis mengembalikan bentuknya seperti semula dan ubur-ubur dapat mengulangi gerakannya lagi. Sedangkan polip bergerak lamban dengan merayap seperti siput.

Ubur-ubur tidak punya otak atau sistem saraf pusat. Namun, mereka punya jaring saraf yang terdiri dari neuron yang dapat merespon pada berbagai rangsangan. Knidosit-nya memiliki silia yang dapat mendeteksi kontak fisik dan indra yang dapat mendeteksi zat kimia seperti bau. Kombinasi ini memungkinkan knidosit menembak sasaran yang tepat. Knidosit juga terangsang dan ikut menembak apabila knidosit di dekatnya juga menembak.

Ubur-ubur mendapat makanan dengan berbagai cara, diantaranya predasi atau berburu mangsa, menyerap zat organik yang larut di air, menyaring partikel makanan di air, dan mendapatkan nutrisi dari alga simbiotik di dalam selnya. Kebanyakan ubur-ubur mendapatkan makanan lewat predasi.

Ubur-ubur menggunakan nematosista-nya untuk melumpuhkan mangsanya, lalu dimasukkan ke dalam mulut menggunakan tentakelnya. Setelah masuk rongga pencernaan, sel kelenjar di gastroderm mensekresikan enzim untuk mencerna makanan. Nutrisi yang didapat disalurkan ke seluruh tubuh menggunakan aliran air yang dikontrol silia di gastroderm atau gerakan otot. Nutrisi dikirimkan ke lapisan sel terluar lewat difusi. Sisa makanan yang tidak dapat dicerna dikeluarkan lewat mulut menggunakan aliran air.

Ubur-ubur tidak punya organ pernapasan, tetapi bernapas melalui kedua lapisan sel dengan menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke sekitarnya. Beberapa jenis yang bersimbiosis dengan alga fotosintetik dapat mengalami kelebihan oksigen yang berakibat fatal sehingga mereka memproduksi antioksidan untuk menetralisir oksigen yang berlebih.

Semua Cnidaria mampu beregenerasi atau bereproduksi secara aseksual. Medusa memiliki kemampuan regenerasi terbatas, tapi polip mampu melakukannya secara penuh. Oleh karena itu, polip seperti koral mampu tumbuh kembali walaupun dihancurkan predator.

Ubur-ubur mengalami reproduksi dengan daur hidup antara bentuk polip dan medusa. Larvanya berenang sampai mendapatkan tempat yang cocok untuk menempel, lalu larva tumbuh menjadi polip. Polip tumbuh besar sampai dewasa, lalu menarik tentakelnya dan memotong tubuhnya secara horizontal, proses ini disebut strobilasi. Bagian yang terpotong berenang bebas sebagai medusa muda. Medusa tumbuh sampai dewasa, sedangkan polip melanjutkan proses strobilasi. Medusa dewasa memiliki kelenjar reproduksi di gastroderm-nya, kelenjar ini dapat menghasilkan sel telur atau sperma yang dapat dikeluarkan saat musim kawin tiba. Telur yang dibuahi menjadi larva dan memulai daur hidupnya lagi.

Peristiwa bergantinya cara reproduksi dari seksual (tahap medusa) ke aseksual (tahap polip) atau sebaliknya disebut metagenesis. Proses ini juga dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan, misalnya lumut.

Ubur-ubur terdiri dari sekitar 200 spesies yang dibagi dalam tiga ordo berikut:

Coronatae

Spesies ini umumnya tinggal di laut dalam sehingga mereka memiliki kemampuan  menghasilkan cahaya sendiri (bioluminesen). Kemampuannya akan aktif jika hewan ini disentuh. Kemampuannya dapat ia gunakan untuk mengejutkan dan menipu predator yang mencoba memangsanya. Bioluminesen juga dapat digunakan untuk menarik perhatian mangsa.

Rhizostomae

Ordo ini tidak punya tentakel, tetapi mereka memiliki delapan lengan bercabang dan penuh nematosista. Lengan ini semakin ke pusat semakin menjadi satu. Mereka juga memiliki mulut yang kecil yang berjumlah banyak, tidak seperti Schypozoa lainnya. Rhizostomae memiliki anggota yang dijadikan konsumsi oleh manusia, baik untuk makanan maupun pengobatan. Sekitar lebih dari 90 spesies dari ordo ini telah teridentifikasi.

Semaeostomeae

Ordo ini adalah ubur-ubur yang paling dikenal masyarakat. Ciri khas mereka adalah memiliki empat tentakel oral (tentakel panjang yang menempel di mulut). Tentakel ini juga memiliki sel penyengat nematosista. Tentakel lain menempel di sisi payung ubur-ubur. Semaeostomeae dapat ditemukan di lautan di seluruh dunia.

Industri makanan dari ubur-ubur dapat ditemukan di Tiongkok dan Asia Tenggara. Jenis yang dapat dimakan adalah dari ordo Rhizostomae, misalnya ubur-ubur meriam (Stomolophus meleagris) dan ubur-ubur api (Rhopilema esculentum). Hewan ini biasanya dikeringkan atau digarami sebelum dimasak. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here