Home Peternakan Vestifarm : Startup Investasi Cerdas Peternakan

Vestifarm : Startup Investasi Cerdas Peternakan

Agrozine.id – Sejak lima tahun terakhir,perkembangan startup di Indonesia semakin meningkat pesat. Salah satu startup yang paling berkembang adalah startup di bidang pertanian dimana satu diantaranya adalah Vestifarm. Mari mengenal Vestifarm si startup untuk investasi cerdas peternakan.

Vestifarm adalah startup yang menjalankan core business investasi dalam bidang peternakan. Vestifarm didirikan oleh Anjarrahman, Rifki Hidayat, Andina Avika Hasdi,Nugroho Budi Wicaksono dan Nanda Septinana.

Mereka membentuk Vestifarm pada awalnya adalah karena sedang mengikuti lomba Socio Digi Leaders yang digelar oleh Telkom Indonesia pada tahun 2016.

Saat itu Vestifarm berhasil meraih juara kedua. Kemudian pada NextDev 2016,Vestifarm berhasil mendapat gelar sebagai The Best UKM Apps. Vestifarm mulai beroperasi pada April 2017.

Baca Juga : Skema Setor Hasil Panen, Startup Crowde Tawarkan Modal Kerja Untuk Petani

Vestifarm didesain dengan memiliki beberapa program di dalamnya seperti penggemukan sapi potong dan budidaya udang vaname. Uniknya startup yang satu ini adalah tidak hanya fokus pada bidang peternakan saja tetapi juga meliputi pertanian seperti padi dan bawang yang bisa dijualkan.

Cara kerja platform Vestifarm terbilang mudah. Petani atau peternak dapat mengajukan permohonan kemitraan melalui aplikasi. Setelah membuat permohonan, maka Vestifarm akan memverifikasi data pengguna.

Setelah itu maka vestifarm akan memberikan modal bagi para petani dan peternak yang memenuhi kualifikasi, dengan cara menampilkannya di beranda untuk mendapatkan pengumpulan dana.

Baca Juga : Agromix Lestari, Role Model Segmentasi Budidaya dan Bisnis di Bidang Peternakan

Untuk memudahkan para investor memilih proyek atau jenis pendanaan yang dibutuhkan, vestifarm memiliki beberapa ratus slot yang bisa dibeli oleh satu orang investor. Sistem yang dikenakan pada aplikasi Vestifarm adalah hasil negoisasi antara vestifarm dan petani. Pada umumnya besar bagi hasil adalah 50% seperti yang disampaikan kepada tenaga pendanaan.

Jangka waktu pembagian imbal hasil ini tergantung dari jenis proyek. Biasanya proyek penggemukan sapi mendapat keuntungan setiap bulan, sedangkan untuk proyek pertanian padi dibagikan setiap panen. Informasi mengenai jangka waktu ini juga disampaikan pada saat kampanye.

Konsep invsetasi secara patungan yang diterapkan Vestifarm memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan nominal ringan. Selain itu Vestifarm juga memberikan dampak sosial yang luas dari berbagai sisi.

Baca Juga : Startup Re-Nuble Mengolah Limbah Makanan Untuk Pertanian Dalam Ruangan

Setelah mengenal Vestifarm, menarik bukan untuk mencoba berinvestasi ternak bersama platform ini? Dengan adanya vestifarm bisa menjadi alternatif pilihan bagi siapa saja yang ingin memiliki peternakan tanpa harus menyiapkan lahan dan terjun sendiri ke lapangan.(ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here