Home Perkebunan Menghindari rugi, dengan Budidaya kapas dengan sistem tumpang sari

Menghindari rugi, dengan Budidaya kapas dengan sistem tumpang sari

Budidaya kapas dengan sistem tumpang sari.

Agrozine.id – Kapas merupakan tanaman yang mampu tumbuh optimal di ketinggian 200-600 mdpl. Awalnya, kapas dibawa pihak Belanda pada masa penjajahan dan rakyat Indonesia menanamnya sebagai program kerja paksa memilih Belanda. Meski awalnya dipaksa, bisnis dan budidaya kapas tetap terjaga sampai saat ini. Namun, tidak semua budidaya kapas menguntungkan loh. Buat kamu yang penasaran cara budidaya kapas, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Penyiapan lahan

Sayangnya, di Indonesia penanaman kapas sebagai komoditi pertanian utama kurang menguntungkan. Cara paling efisien adalah menggunakan lahan bekas padi.

Nantinya, kamu harus menggunakan sistem tumpang sari atau menanam dengan tanaman lain. Menurut penelitian, penanaman kedelai dan kapas merupakan paduan yang paling maksimal. Hal ini terjadi karena kedua jenis tanaman ini mempunyai masa panen yang berbeda. Dengan kata lain, petani tidak harus melakukan panen secara bersamaan dan bisa memanen dengan optimal dengan tenaga kerja yang sedikit.

Sebagai kelanjutan budidaya kapas cara ini maka kamu pun perlu membuat bedengan, area tanam,  dengan lebar dua sampai tiga meter. Sediakan juga jalur drainase di antara bedengan dengan kedalaman 25 cm dan lebar 30 cm.

Fungsinya, agar tanaman tidak terendam air ketika curah hujan sedang tinggi. Bisa juga sebagai pemerataan air bila kamu menggunakan pemberian air dengan teknik aliran. Namun, kamu juga bisa menyiram tanaman dengan metode lain.

Pemilihan bibit

Di Indonesia sudah banyak varietas bibit kapas yang digunakan petan, Jenis Kanesia 7 merupakan kapas yang mampu bertahan dengan optimal jika kamu menggunakan sistem tumpang sari.

Penanaman

Setelah padi dipanen, sesegera mungkin melakukan penanaman kedelai dan kapas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan gulma dan proses kerja yang lebih lama.

Selain itu, penanaman secara langsung membuat tanah masih dalam keadaan lembab sehingga tidak perlu pengairan tambahan atau kekurangan air saat musim kemarau.

Untuk jarak tanam kapas dengan kedelai paling dekat 40 cm, Kedua jenis tanaman ini nanti tidak berebut nutrisi di tanah. Untuk komposisi penanaman, gunakan 1 baris kapas + 3 baris kedelai. Dalam 1 hektar mampu menghasilkan jumlah kapas yang optimal dibandingkan dengan 2 baris kapas + 5 baris kedelai.

Perawatan

Dengan menggunakan sistem tumpang sari, budidaya kapas maka sebaiknya menggunakan lahan bekas padi dan langsung tanam bibit kapas dengan kedelai.

Hal ini memungkinkan gulma bermunculan dan kamu harus membersihkannya secara manual dan teliti. Pemberantasan gulma bisa kamu lakukan dua kali setiap tanaman berumur 3 dan 6 minggu. Selain itu, menggunakan mulsa jerami juga bisa mengurangi pertumbuhan gulma dan mengurangi evaporasi.

Untuk pemupukan, kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan kapas dan karakteristik tanah. Tanaman kapas hanya membutuhkan pupuk dengan unsur hara, N, P, dan K.

Baca juga : Antisipasi Dampak La Nina, Wilmar Lakukan Pendampingan Kepada Petani Kelapa Sawit

Khusus untuk pupuk N yang menguap lebih cepat dari unsur lainnya, kamu harus menggunakan pupuk urea dengan dosis 45 Kg N per hektar pada dua waktu. 14 Kg N pada saat tanam dan 30 Kg N setelah 40 hari tanam.

Baca juga : Bahaya Konsumsi Pakis, tingkatkan risiko kanker benarkah?

Untuk unsur hara P dan K, bila tanah memiliki kandungan yang rendah kamu harus memberikannya saat tanam sebanyak 45 Kg. Namun, bila tinggi bisa menggunakan unsur yang ada di tanah.

Baca juga : Perbedaan Monstera dan Philodendron, Serupa Tapi Tak Sama

Bagaimana? apakah tertarik untuk melakukan budidaya kapas? Jika tertarik maka bisa mencoba beberapa ulasan yang telah dijabarkan sebelumnya. Semog bermanfaat dan berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here