Home Pertanian Menristek Dorong LIPI Kembangkan Obat dan Energi Terbarukan

Menristek Dorong LIPI Kembangkan Obat dan Energi Terbarukan

menristek

Agrozine.id – Pada peringatan puncak HUT Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke-53 pada hari Selasa, 25 Agustus 2020 di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini yang memiliki biodiversity (keanekaragaman hayati) yang melimpah berpotensi untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia termasuk berbagai jenis obat dan energi terbarukan.

Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-53 LIPI – Kemenristek / BRIN

LIPI merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dalam kesatuan Kemenristek)/ BRIN yang mempunyai beragam program penelitian dan produk-produk inovasi mencakup pertanian dan pangan, energi baru dan terbarukan, kesehatan dan obat-obatan, teknik rekayasa (termasuk teknik informasi dan komunikasi), transportasi, teknologi pertahanan, kelautan dan perikanan; serta sosial humaniora, kebudayaan dan pendidikan.

Menristek Bambang mengatakan LIPI perlu mengangkat marwah dari obat tradisional Indonesia menjadi obat modern asli Indonesia (OMAI) yang berasal dari keanekaragaman hayati Indonesia. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi suatu negara berasal dari eksplorasi dan kemampuan pengembangan riset dasar yang potensial dilanjutkan ke tahap pengembangan.

“Biodiversitas merupakan aset Indonesia yang pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan dengan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sehingga bisa menjawab kebutuhan bangsa,” ucap Bambang, dilansir dari antaranews (14/09).

Potensi keanekaragaman hayati ini perlu dieksplorasi dan dikembangkan lagi, tidak hanya di daratan melainkan juga di lautan. Namun, tidak hanya obat saja tapi juga untuk energi terbarukan. Dalam pengelolaannya harus dilakukan secara tepat, dengan tetap memperhatikan pembangunan berkelanjutan.

Bambang menambahkan, jika LIPI harus lebih fokus pada menjaga keanekaragaman hayati maka kegiatan menjaga bukan hanya sekadar konservasi tapi benar-benar bisa membuat ekstraksi dari keanekaragaman hayati yang mengarah ke pengembangan obat atau energi terbarukan untuk menjawab kebutuhan Indonesia. Misalnya saja pengembangan produk-produk inovasi LIPI dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga pelaksanaan proses hilirisasi dan komersialisasi produk inovasi berbasis riset tersebut menarik para mitra untuk berkolaborasi. (ran)

 

 

Dilansir dari antaranews.com, Senin (14/09/2020) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here