Home Pertanian Mentan Amran : Food Estate untuk Generasi Penerus Indonesia

Mentan Amran : Food Estate untuk Generasi Penerus Indonesia

Mentan Amran Berpidato Tentang Food Estate di Sumedang (Sumber: www.youtube.com/tvtani)

Agrozine.id – Kementerian Pertanian Indonesia terus mengembangkan program Food Estate di wilayah Indonesia. Seperti yang diwartakan dalam channel Youtube TV Tani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  menyerukan bahwa Food Estate adalah persiapan penyediaan pangan jangka panjang bagi generasi penerus Indonesia ke depan yang tidak dapat dilakukan secara instan. Hal itu ia sampaikan kepada 60.000 peserta pembinaan penyuluh pertanian dan petani, serta Food Estate partisipatif Provinsi Jawa Barat di Sumedang pada 30 Januari 2024, yang turut dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Banyak yang tidak paham apa arti Food Estate itu, apa maksud kita bangun. Kita bangun untuk generasi kita 10 tahun ke depan, untuk mempersiapkan pangan penduduk Indonesia 1 miliar ke depan, kita siapkan dengan teknologi tinggi,” ujar Menteri Pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Mentan sampaikan Food Estate dilakukan dengan penanaman komoditas yang dinilai masih kurang di Indonesia, diolah dengan teknologi berskala besar. Dari salah satu Food Estate yang saat ini sudah berjalan, menurut mentan, food estate berproduksi dengan baik.

“Kalau yang ada di Jawa, Jawa Barat, Jawa Timur, kita intensifikasi, tetapi di luar itu kita ekstensifikasi dengan teknologi karena skala besar, skala luas. Sekarang sudah tumbuh, sudah panen, produksinya, lapor panenan 6,5 Ton, dan sudah produksi, dan itu produksi pertama, itu termasuk tinggi,” ungkap Menteri Pertanian.

Dalam kegiatan peningkatan produksi padi dan jagung nasional tersebut, Menteri Pertanian berikan bantuan bibit benih dan berbagai sarana pertanian senilai kurang lebih 241 miliar kepada Jawa Barat, yang diketahui sebagai provinsi dengan produktivitas padi terbesar kedua di Indonesia dan sejumlah Rp23 Miliar untuk Sumedang dengan tambahan 10.000 hektar bibit jagung.

“Kami berikan 23 Miliar untuk Sumedang, kami tambah 10.000 hektar bibit jagung. Tapi tolong ditanam. Aku beri target 2 bulan harus selesai, bisa?  Bisa?” tanya Mentan dan disanggupi yang hadir.

Sementara itu di kesempatan yang sama, PJ Bupati Sumedang melaporkan di wilayahnya telah dilaksanakan program satu desa 1 hektar atau saat ini disebut Food Estate Partisipatif, yakni budaya tanaman pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dengan melibatkan perguruan tinggi, buruh tani, dan warga masyarakat.

“Bahkan Pak Menteri, 2024 ini bukan hanya satu Desa satu hektar, yang kumulatifnya adalah 277 hektar. Insya Allah kami akan dorong di akhir tahun menembus satu desa 10 hektar, berarti kami akan punya cadangan pangan 2.770 hektar dari Sumedang Jawa Barat,” ujar Herman Suryatman, PJ Bupati Sumedang. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here