Home Populer Meraup Omzet Tinggi dengan Bisnis Jamur Tiram

Meraup Omzet Tinggi dengan Bisnis Jamur Tiram

bisnis jamur tiram

Agrozine.id – Salah satu bisnis yang memiliki prospek bagus dan menggiurkan adalah binis jamur tiram. Pasalnya, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis jamur tiram ini terbilang kecil. Kamu bisa menggunakan lahan milik pribadi di rumah untuk menekan biaya produksi awal. Selain itu, permintaan pasarnya cukup tinggi, mengingat jamur yang satu ini kaya akan kandungan gizi dan vitamin yang baik untuk tubuh.

Selain bergizi, jamur juga memiliki rasa yang enak dan lezat. Jamur dapat dibuat menjadi berbagai macam jenis masakan atau produk camilan seperti keripik jamur. Masih banyak peluang usaha jamur jika kita dapat melakukan analisa usaha bisnis budidaya jamur tiram secara mendetail.

Jamur Tiram Modal Minimal, Hasil Maksimal

Dilansir dari money.kompas  (08/09/2020), penghasilan per hari dari bisnis jamur tiram ini bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah. Salah satu pelaku usaha yang memulai melakukan budidaya jamur tiram yaitu Yuharmonis. Ia adalah werga di Nagari Suayan Tinggi, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ia memulai bisnis ini sudah sejak bulan Februari 2019.

Perlu diketahui bahwa Nagari Suayan Tinggi, Kecamatan Akabiluru ini merupakan salah satu sentra pembuatan produk dari jamur tiram. Di daerah tersebut terdapat para pembuat produk makanan dan camilan berbasis jamur tiram.

Yuharmonis menjelaskan bagaimana awalnya memulai bisnis ini. Ia mendapat bantuan modal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 2,5 juta. Dengan modal tersebut, ia memulai usaha budidaya jamur tiram dengan membeli sejumlah bahan baku, seperti serbuk gergaji halus, gilingan padi atau dedak, serta kapur bukit. Semua komponen tersebut diperlukan sebagai sarana untuk membudidayakan jamur tiram.

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mencampur seluruh bahan baku menjadi satu dan kemudian dihaluskan dengan alat pencampur. Setelah menjadi satu, didiamkan hingga satu hari penuh. Setelah itu, baru dimasukkan kedalam wadah plastik.

Media tanam ini harus dikukus selama delapan jam untuk membuat bahan baku media tanam steril dan bersih. Setelah selesai, bahan baku media tanam tersebut yang juga disebut baglog tersebut dikeluarkan dan langsung diisi dengan bibit jamur tiram. Lantas didiamkan selama kurang lebih 30 hari sampai 40 hari.

Yuharmonis sendiri mengklaim bisa memanen jamur tiram kurang dari satu bulan. Saat ini, dia sudah mempunyai lebih dari 2.000 media tanam jamur tiram (baglog). Satu baglog sendiri bisa bertahan hingga lima bulan sebelum diganti dengan media tanam yang baru.

Dalam sebulan Yuharmonis mengatakan bisa panen rata-rata 500 jamur tiram. Untuk pemasarannya, ia jual ke tetangganya yang membuat pelbagai oalahan dari jamur tiram. Selain itu, ia juga memasarkan ke daerah Sumatera Barat lainnya seperti Padang dan Bukit Tinggi, bahkan hingga ke Pekanbaru, Riau.

Target yang ingin dicapai Yuharmonis saat ini yaitu memperbanyak jumlah buglog atau media tanam jamur tiram sehingga omzet yang ia dapatkan juga semakin tinggi. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here