Home Perkebunan Metode Pengendalian Gulma Kelapa Sawit

Metode Pengendalian Gulma Kelapa Sawit

Agrozine.id – Kelapa sawit merupakan komoditas tanaman perkebunan andalan Indonesia yang pertumbuhannya sangat cepat. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2017, luas lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai luas 14,03 juta hektar dan semakin meningkat menjadi 14,31 juta hektar di tahun 2018, sedangkan produksi CPO pada tahun 2017 mencapai 37,81 juta ton dan pada tahun 2018 mencapai 41,66 juta ton. Yang sering menjadi permasalahan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit adalah gulma. Untuk itu penelitian tentang metode pengendalian gulma kelapa sawit banyak dilakukan.

Terbatasnya sarana tumbuh yang tersedia antara tanaman kelapa sawit dengan gulma membuat keduanya saling bersaing untuk mendapatkan nutrisi. Akibatnya, persaingan antara gulma dan tanaman kelapa sawit budidaya ini mengakibatkan terjadinya penurunan produksi dan kualitas panen.

Penelitian untuk mengetahui metode pengendalian gulma kelapa sawit ini dilakukan oleh Andi Jusep Jonathan di Kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV, Serdang Bedagai Sumatera Utara pada Januari-Mei 2019.

Baca Juga: Kebun Sawit Swadaya : Destinasi Wisata di Kebun Sawit

Dalam melakukan penelitian dilakukan dengan metode langsung dan metode tidak langsung melalui wawancara dengan asisten perkebunan dan mempelajari Rancangan Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Kebun dan laporan harian.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 4 bulan tersebut, diperoleh beberapa  prosedur yang harus dilakukan sebelum melakukan proses pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit, seperti berikut ini:

  • penilaian kondisi gulma
  • identifikasi jenis gulma yang dominan
  • identifikasi jenis pengendalian gulma yang akan digunakan
  • pengalokasian tenaga kerja
  • penentuan luas areal semprot
  • penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengendalikan gulma

Proses penentuan jenis pengendalian gulma bertujuan untuk mempermudah pengalokasian jumlah bahan yang akan digunakan. Pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan herbisida berjenis Elang 480 SL dengan kandungan bahan aktif isopropil amina glyphosate dan metil metsofluron 20 persen dengan dosis berbeda-beda setiap jenis dan luasan pengendalian gulma yang akan dilakukan.

Baca Juga: Antisipasi Dampak La Nina, Wilmar Lakukan Pendampingan 
Kepada Petani Kelapa Sawit

Dalam melaksanakan prosedur pengendalian gulma kelapa sawit, petugas diharuskan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menghindari kontaminasi bahan kimia berbahaya. Di Perkebunan Nusantara IV, APD standar yang digunakan pada proses pengendalian gulma adalah masker, pelindung kepala, pelindung mata, pakaian berlengan panjang, boots dan sarung tangan.  (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here