Home Kampus Ngopi Asik Rimbawan : Peran Aktivis Mahasiswa Lingkungan

Ngopi Asik Rimbawan : Peran Aktivis Mahasiswa Lingkungan

Agrozine.id – BEM Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menggelar Ngobrol Pintar Asik (Ngopi Asik) rimbawan. Ngopi asik rimbawan kali ini membahas peran aktivis mahasiswa lingkungan yang diikuti sebanyak 38 orang mahasiswa, dosen dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.

Dalam kegiatan ngopi asik rimbawan kali ini, Robi Desla Wadi salah satu alumni yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa rimbawan hanyalah sebuah profesi. Namun seorang rimbawan juga harus memiliki sikap mental, pikiran, perhatian dan dedikasinya untuk perbaikan dan pembangunan hutan yang harus dibentuk dari sekarang.

” Permasalahan kehutanan sangat banyak. Contohnya kebakaran hutan dan lahan, deforestasi, konversi lahan, konflik satwa, dan ilegal loging. Nah mahasiswa kehutanan harusnya mengetahui permasalahan kehutanan ini, setidaknya di tingkat tapak”, ujar Robi.

Dalam kesempatan yang sama, Qori Pebrial Ilham seorang dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengatakan bahwa perkembangan manusia berdampak pada alam atau ruang hidupnya termasuk hutan.

Ketika manusia berani menaklukkan alam, itu berarti akan terjadi kerusakan. Jika alam melebihi daya tampungnya, maka alam akan berusaha melakukan penyeimbangan. Contohnya seperti pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, yang menurunkan populasi manusia. Setelah itu muncullah konsep PHL (Pengelolaan Hutan Lestari). ” Berdasarkan pandanga kuno, alam dipandang sebagai dewa sehingga masih lestari. Contohnya di masyarakat Jawa, alam dipandang sebagai sahabat”, ucap Qori.

Namun ternyata pada prakteknya pelaksanaan PHL tidaklah mudah karena banyaknya pertimbangan. Ada kerangka kerja hukum dan kebijakan, produksi hasil hutan yang lestari, perlindungan hutan, kesejahteraan masyarakat dan pertimbangan ekstra hukum untuk hutan tanaman lestari.

Lebih lanjut, Robi mengatakan bahwa mahasiswa adalah agent of changes sudah selayaknya mengawal dan mengetahui isu-isu kehutanan yang terjad di sekitarnya. Namun dalam menyuarakan kepedulian terhadap hutan harus terlebih dahulu dikaji agar sesuai dengan permasalahan yang terjadi.

” Banyak orang yang berprofesi sebagai rimbawan, tapi tetap saja hutan kita banyak yang rusak. Oleh karena itu ilmu dan pengalaman memang harus seimbang dengan etika dan moral serta daya dukung fisik dan mental yang kuat dalam upaya pelestarian hutan. Etika, moral dan mental serta fisik yang kuat adalah modal utama seorang rimbawan”, ucapnya. Ngopi asik rimbawan selanjutnya akan hadir dengan topik bahasan yang berbeda. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here