Home Perikanan Pakan Fermentasi Mandiri Untuk Ikan Patin, Mudah Dibuat dan Harga Terjangkau

Pakan Fermentasi Mandiri Untuk Ikan Patin, Mudah Dibuat dan Harga Terjangkau

pakan fermentasi mandiri

Agrozine.id – Pakan merupakan komponen terbesar struktur biaya produksi budidaya perikanan, yakni sekitar 70% dari total biaya produksi. Disisi lain, ketergantungan impor bahan baku pakan, telah memicu tingginya biaya produksi pembuatan pakan. Oleh sebab itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus kurangi biaya pakan ikan melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).

Namun, yang menjadi tantangan adalah pengetahuan mengenai teknik pembuatan pakan ikan yang berkualitas sesuai dengan prinsip-prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik (CPPIB) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas  mengenai cara pembuatan pakan fermentasi mandiri untuk ikan patin.

pakan fermentasi mandiri

Baca Juga : Apa Itu Pabrik Mini Pakan Ikan Mandiri?

Penggunaan fermentasi probiotik dipercaya dapat membuat pembudidaya mandiri dalam memproduksi pakan alternatif dengan harga yang terjangkau. Probiotik ditambahkan ke dalam bahan pakan dalam jumlah yang sedikit untuk memenuhi kebutuhan khusus ikan.

Formulasi pembuatan pakan fermentasi mandiri untuk ikan patin ini berdasarkan ketersediaan dan harga bahan baku agar diperoleh pakan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Dilansir dari laman Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan (23/11), terdapat beberapa tahapan dalam pembuatan pakan mandiri ikan patin, yaitu:

  1. Persiapan bahan baku

Bahan baku seperti ikan asin, kepala udang, dan kepala teri harus dikeringkan terlebih dahulu sampai kadar air maksimum 12 %. Atau bisa juga menggunakan bahan baku segar berupa ikan, usus ayam, dan ayam utuh yang harus diproses menjadi silase dulu.

  1. Penepungan

Bahan baku harus ditepungkan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin penepung. Penepungan dilakukan untuk mempermudah pencampuran dan pencetakan, yang bertujuan agar bahan baku dapat tercampur merata, meningkatkan kecernaan pakan dan pellet tidak mudah hancur.

  1. Pencampuran dengan probiotik

Bahan baku yang sudah halus ditimbang berdasarkan kebutuhan sesuai dengan formulasi yang telah dibuat. Kemudian, tambahkan tepung probiotik pada bahan pakan yang sudah disiapkan sebelumnya guna meningkatkan produktivitas ikan patin.

  1. Inkubasi

Bahan baku yang sudah dicampur kemudian di inkubasi selama 1-2 hari

Itulah cara pembuatan pakan fermentasi mandiri untuk ikan patin. Penggunaan probiotik dalam budidaya ikan ini sangat menguntungkan. Bagaimana tidak? Dengan adanya penambahan probiotik pada pakan ikan patin dapat meningkatkan pertumbuhan ikan, kelulushidupan ikan patin, konversi pakan, dan meminimalisir adanya serangan penyakit (patogen) pada ikan. Lebih dari itu, dapat juga menjaga kualitas air.

Penggunaan pakan fermentasi mandiri untuk ikan patin ini juga memberi manfaat untuk pembudidaya. Selain haganya lebih terjangkau dan pangsa pasar yang tinggi, juga dapat mempersingkat waktu pemeliharaan ikan patin yakni bisa menjadi 6 bulan.

Gunameningkatkan kualitas ikan patin yang dibudidayakan, sistem budidaya perikanan yang ramah lingkungan seperti pengaplikasian pakan fermentasi probiotik harus segera diterapkan. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here