Home Perikanan Pandangan Nelayan dan Petugas Syahbandar Terhadap E-Logbook Penangkapan Ikan

Pandangan Nelayan dan Petugas Syahbandar Terhadap E-Logbook Penangkapan Ikan

Agrozine.id – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan tempat yang paling ramai dengan aktivitas pelelangan ikan dan aktivitas kepelabuhan perikanan lainnya. Salah satu PPI yang paling ramai adalah PPI Karangsong Indramayu yang sering dikunjungi kapal-kapal besar untuk mendaratkan hasil tangkapannya. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu menyatakan produksi hasil tangkapan di PPI Karangsong mencapai 21.532,312 ton atau sekitar 60% dari keseluruhan jumlah produksi perikanan di Kabupaten Indramayu pada tahun 2018. Namun permasalahan yang ditemui adalah penerapan E-Logbook penangkapan ikan yang dinilai masih sangat sedikit masyarakat yang paham cara penerapannya.

Untuk mendukung pengelolaan perikanan secara tepat dan berkelanjutan serta dapat menjamin kelestarian sumberdaya ikan, maka diperlukan data perikanan yang akurat dari hasil kegiatan penangkapan ikan. Hal ini didukung dengan adanya kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan FAO melalui program Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of The Indonesian Seas yang telah memberikan dukungan terhadap perluasan program logbook  penangkapan ikan.

Logbook penangkapan ikan ini merupakan landing declaration dari nahkoda atau surat pernyataan dari nahkoda mengenai kegiatan perikanan dan opersional kapal penangkap ikan. Awal mula logbook ini diterapkan secara manual, namun ditemukan banyak kendala dalam penerapannya, diantaranya seperti terlalu banyak data yang harus diisi, kertas yang digunakan mudah basah dan sobek, serta kurang efektif dan efisien dalam pembacaan dan penginputan data logbook.

Baca Juga: Poninten, Otomatisasi Budidaya Tambak Air Laut Karya Mahasiswa ITS

Untuk menanggapi kendala tersebut, KKP kemudian mengembangkan logbook penangkapan ikan berbasis elektronik atau e-logbook dan dalam penerapannya dianggap lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan logbook manual.

Namun meski memiliki kelebihan dibandingkan dengan logbook manual, ternyata penerapan e-logbook ini juga memiliki kendala diantaranya terjadi pada nelayan di Belawan karena kebanyakan nelayan ini tidak mampu membeli smartphone dan kendala lainnya adalah keterbatasan sinyal saat nelayan berada di laut dikarenakan aplikasi masih menggunakan sinyal GPS yang tersedia di wilayah pesisir. Kurangnya sosialisasi penggunaan e-logbook kepada nelayan dan nahkoda kapal juga menjadi kendala lain dalam penerapannya.

Selain di Belawan, nelayan di PPI Karangsong Indramayu juga terdapat kendala dalam penerapan e-logbook dikarenakan kapal yang sudah melakukan aktivasi hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kapal yang ada di PPI Karangsong Indramayu.

Baca Juga: Teknologi Fotobioreaktor untuk Tingkatkan Mikroalga

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nurul Istiqomah dari Fakultas Perikanan IPB University ditemukan tiga aspek yang mempengaruhi persepsi nelayan terhadap penerapan e-logbook penangkapan ikan yaitu aspek teknis, aspek individu dan aspek kelembagaan berada pada rentang rendah-tinggi dengan didominasi oleh persepsi nelayan rendah. Oleh karena itu disarankan beberapa solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi nelayan ini dalam penerapan e-logbook  yaitu penambahan fitur yang dibutuhkan nelayan, pengadaan backup data oleh petugas yang terintegrasi dengan sistem informasi logbook dan pengadaan pelatihan secara berkala kepada nelayan dan petugas syahbandar di PPI. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here