Home Peternakan Panduan Praktis Beternak Ayam Pelung

Panduan Praktis Beternak Ayam Pelung

Ayam Pelung

Agrozine.id – Beternak ayam pelung, mengapa tidak? Ayam pelung merupakan ayam asli Jawa Barat, tepatnya berasal dari daerah Cianjur. Keunggulan utama ayam pelung adalah memiliki suara kokok yang panjang dan mengalun merdu. Keunggulan lainnya yaitu pertumbuhannya yang cepat. Bobot badan ayam pelung jantan bisa mencapai 5-6 kg dengan tinggi 40-50 cm.

Ayam pelung mempunyai bentuk tubuh tegap dan tembolok yang menonjol. Kaki ayam ini kuat, panjang, dan pahanya berdaging tebal. Ayam pelung jantan memiliki jengger yang besar, tegak, bergerigi, dan warnanya merah segar. Sedangkan ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi tidak berkembang.

Suara kokoknya yang khas dan penampilannya yang menawan, membuat ayam ini diminati oleh para kolektor ayam hias. Harga jualnya pun lumayan mahal, untuk ayam jantan berumur 7 bulan yang sudah pandai berkokok dari keturunan ayam yang bagus harganya bisa mencapai Rp 1 juta. Jika kamu berminat untuk beternak ayam pelung, silakan ikuti panduannya berikut ini.

Pemilihan Indukan Ayam Pelung Unggul

Ciri-ciri yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan ayam pelung unggul:

  • Gerakannya gesit dan langsung memberontak saat dipegang.
  • Ukuran tubuhnya sedang.
  • Lehernya lurus dan semua anggota tubuh berbentuk normal.
  • Ototnya gempal dan kuat, terutama di bagian dada dan paha, serta bertulang kuat.
  • Induk jantan mempunyai jengger cerah, berparuh pendek, kepalanya kuat dan kokoh.
  • Susunan bulu teratur, mengkilat, dan saling berhimpitan.
  • Jarak ujung tulang dada serta dubur 3 jari tangan.
  • Matanya tajam dan jernih.

Persiapan Kandang Ayam Pelung

  • Ayam pelung menyukai kandang yang sejuk. Jadi, di sekitar lahan sebaiknya ditanami pohon yang cepat tumbuh dan cukup rindang. Lebih baik lagi jika di sekeliling kandang dibuat kolam ikan sehingga lebih sejuk.
  • Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik, terbebas dari tikus dan musang, serta terlindung dari panas/terik matahari.
  • Jenis kandang ayam pelung terdiri atas 2 jenis, yaitu kandang lantai rapat (postal) dan kandang lantai renggang. Kandang postal untuk mengumbar ayam, menggunakan tanah/semen untuk mengurangi kelembapan kotoran dalam lantai. Sedangkan Kandang lantai renggang menggunakan sistem cage/baterai atau kandang panggung dengan ruang-ruang berbentuk kotak, lantainya berkisi/berlubang agar kotoran tidak menumpuk. Lebih baik lagi di area kandang disediakan lahan terbuka dengan tanah berpasir untuk ayam pelung bermain dan mandi pasir.
  • Sebelum kandang dipakai, bersihkan dulu dengan menyemprotkan cairan desinfektan di dinding dan lantainya.
  • Siapkan tempat pakan dan tempat minum ayam.

Proses Reproduksi Ayam Pelung

  • Untuk persiapan perkawinan ayam pelung, tempatkan dalam satu kandang 1 ekor ayam jantan dengan 4 ekor ayam betina.
  • Ayam pelung dapat dirangsang untuk kawin dengan menyodorkan ayam betina ke ayam pelung jantan atau dibiarkan kawin secara alami.
  • Setelah ayam betina bertelur, telur akan dierami selama 21 hari, lalu menetas. Telur ayam pelung bisa mencapai jumlah belasan dalam 1 periode bertelur.

Pemeliharaan Ayam Pelung

  • Lakukan vaksinasi untuk ayam pelung yang masih usia 1 sampai 5 hari.
  • Sampai usia 5 hari, biarkan anak ayam belajar makan bersama induknya.
  • Setelah usia 5 hari, pindahkan anak ayam ke kandang kotak untuk dirawat secara intensif. Kandang diberikan lampu agar anak ayam tidak kedinginan.
  • Berikan ayam peluang pakan halus berupa voer 511 untuk anak ayam yang baru menetas sampai usia 1 bulan dan voer 591 untuk usia 1 – 2 bulan.
  • Setelah berumur 2 bulan ke atas, berikan pakan berupa campuran voer, dedak, nasi, bekatul, dan sayuran. Sebaiknya pakan sudah dimasak agar mudah dicerna. Berikan pakan 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Saat cuaca cerah, di pagi hari, mandikan sampai bersih ayam jantan yang telah mulai belajar berkokok. Mandikan dengan air hangat-hangat kuku, bersihkan dengan bantuan busa/spon. Setelah itu, jemur dalam kurungan di atas lantai semen.
  • Setelah mandi dan bulu-bulunya kering, ayam bisa diumbar di lahan berpasir.

Demikian panduan panduan praktis budidaya ayam pelung, semoga bermanfaat dan semoga kamu sukses beternak ayam pelung. (das)

(Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=64415779)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here