Home Populer Peluang Pengembangan Tanaman Obat di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Pengembangan Tanaman Obat di Tengah Pandemi Covid-19

Agrozine.id – Peluang pengembangan tanaman obat ditengah pandemi Covid-19 sudah tentu bisa menjadi cara alternatif usaha yang bisa dilakukan. Seperti diketahui bahwa selama masa pandemi konsumsi obat herbal ataupun vitamin produksi pabrikan obat laris dan menjadi bidikan para masyarakat guna menjaga sistem imun yang dimiliki. Bagaimanan dengan tanaman obat?

Pengembangan tanaman obat cukup memiliki potensi usaha, apalagi di Indonesia, tak sedikit home industry yang sengaja menjajakan tanaman obat seperti jahe, kunyit hingga jenis tanaman lain yang berkhasiat Dan banyak yang juga mengknsumsinya mengingat bahan-bahan yang digunakan adalah alami dan bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi.

Hal tersebut dipaparkan dalam kegiatan The International Conference on Agriculture And Life Sciences (ICALS) 2020 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Jember. Dalam pemaparannya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Kementerian Pertanian RI memberikan penjelasan tentang peluang yang bisa dilakukan oleh pengusaha terutama UMKM.

“Di tanah air kita ini ada berbagai macam tanaman obat, termasuk yang memiliki kandungan antioksidan, anti infeksi hingga vitaman C yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki imunitas,” jelas Syafaruddin selaku Kepala Puslitbangbun.

Puslitbangbun juga meneliti dan mengembangkan tanaman fungsional seperti beras merah dan beras hitam, jagung jingga dan jagung pulut bahkan ubi orange. Tak ketinggalan tanama yang saat ini tengah merebak yaitu kopi dan coklat, keduanya telah diteliti mampu memberikan antioksidan pada tubuh.

“Dengan cara-cara ini maka pengembangan tanaman obat di tengah pandemi adalah sebuah inovasi natural yang perlu didukung guna memberikan peningkatan ekonomi untuk masyarakat dan berdampak positif untuk kesehatan,” tandas Syafaruddin.

Ia menambahkan jika beragam produk bisa dikembangkan, misalkan produk coklat, jika dikonsumsi dengan tepat akan baik bagi kesehatan hati, tapi bukan dengan mengkonsumsi produk coklat yang ada di pasaran saat ini umumnya tinggi kandungan gula.

Jepang sebagai negara tetangga lebih dulu menggaungkan tanaman obat dan tanaman fungsional di negaranya, lewat penyuluhan tanaman obat tersebut dijelaskan tentang keunggulan yang bisa bermanfaat langsung bagi kesehatan di masa pandemi Covid-19.

baca juga : 7 Jenis Sayuran Cepat Panen, Bisa Ditanam di Rumah

Jepang menerapkan cara subsidi untuk petani dan pengusaha kecil menengah serta wisata pertanian, kemudian menggerakkan bisnis online, hingga kampanye wisata pertanian dengan protokol kesehatan dan promosi terus dilakukan.

Di Indonesia, melalui dua orang guru besar dari Universitas Jember, Prof Tri Agus Siswoyo dan Prof Achmad Subagio memaparkan penelitiannya tentang melinjo yang juga bisa berfungsi sebagai tanaman fungsional dan kandungan antioksidan cukup tinggi.

baca juga : Potensi Tanaman Transgenik Untuk Ketahanan Pangan

Prof Achmad Subagio dikenal sebagai pakar Mocaf (tepung yang terbuat dari ketela singkong) menjelaskan bagaimana industri pangan khususnya pengolahan singkong dalam era pandemi Covid-19. Dengan begitu, tanaman fungsional bisa lebih banyak diminati sehingga mendongkrak peluang pengembangan tanaman obat di tengah pandemi covid-19. (ira)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here