Home Perikanan Peluang Usaha dan Cara Budidaya Udang Vaname, Ikuti Tips Ini!

Peluang Usaha dan Cara Budidaya Udang Vaname, Ikuti Tips Ini!

Cara Budidaya Udang Vaname

Agrozine.id – Salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi dan peluang besar untuk dibudidayakan adalah udang vaname. Udang vaname juga menjadi salah satu komoditas ekspor yang nilainya terus meningkat.  Nah dalam artikel kali ini akan dibahas cara budidaya udang vaname dan tips sukesnya.

Mengenal Udang Vaname

Udang vaname berasal dari pantai barat Amerika khususnya di daerah teluk California, Guatemala, Elsavador dan Amerika Selatan. Udang vaname memiliki habitat asli di laut, namun udang ini juga bisa dibudidayakan di habitat air tawar maupun air payau dengan lokasi di dataran rendah hingga sedang.

Baca Juga : Cara Budidaya Udang Galah

Di Indonesia, spesies udang vaname mulai dikenal sejak tahun 1996, namun mulai banyak dibudidayakan sejak tahun 2001. Jika dilihat dari morfologinya, udang vaname memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan spesies udang lainnya namun lebih kecil dibandingkan udang windu.

Udang vaname memiliki warna tubuh agak putih dan agak kekuningan dengan kulit kerasa dan daging yang tebal serta di bagian kakinya berwarna putih.

Keunggulan Udang Vaname

Udang vaname memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Modal yang dibutuhkan untuk budidaya tidak terlalu besar namun harga jualnya tinggi
  • Dapat dibudidayakan di air dengan salinitas yang luas. Namun bisa juga dibudidayakan di kolam terpal sehingga tidak butuh lokasi yang luas
  • Pakan udang vaname tidak memerlukan asupan protein yang tinggi
  • Bisa tumbuh dengan cepat. Pembudidaya bisa hasilkan udang dengan ukuran 3 gram per minggu
  • Budidaya udang vaname dapat panen dalam waktu cepat sekitar 3 bulan untuk satu siklus
  • Tingkat konsumsi udang vaname tinggi karena rasa dagingnya yang enak dan tebal

Cara Budidaya Udang Vaname

1.Persiapan Lokasi Budidaya

Lokasi yang dipilih untuk budidaya udang vaname dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin budidaya di tambak, maka hal pertama yang harus disiapkan adalah pembuatan tambak. Sebelum menabur benih udang, pastikan tambak dalam keadaan bersih dan terbebas dari lumpur atau kotoran lainnya yang bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri.

2.Pemupukan Tambak

Proses ini bertujuan untuk mengembalikan pH tanah di dalam tambak menjadi normal setelah tambak mengering. Jika pH nya asam atau lebih rendah dari 6 maka perlu diberikan kapur pertanian sebanyak 840 kg per hektarnya.

Saat tambak dalam keadaan kering lakukan pembasmian hama atau hewan-hewan sekitar kolam yang berpotensi menjadi pesaing saat udang mencari pakan alami.

3. Pengisian Air Tambak Budidaya

Kedalaman air tambak untuk budidaya udang vaname yang disarankan adalah 1 meter. Selain ketinggian air, perlu juga dilakukan pengukuran kepadatan alga di dalam kolam. Proses ini bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Mengukur kepadatan alga dapat dilakukan dengan menggunakan alat bernama secchi disk. Alat ini kemudian diikatkan pada tali kemudian dimasukkan ke dalam air secara perlahan.

Idealnya tingkat kecerahan optimal untuk budidaya udang vaname adalah 30-40 cm. Jika tinggi tidak lebih dari 40 cm maka perlu dilakukan pemupukan ulang supaya plankton di tambak bisa tumbuh sesuai standar ideal.

Jika budidaya menggunakan kolam terpal, maka ukuran kolam bisa disesuaikan dengan jumlah ternak.

4.Pemilihan Bibit Udang

Ciri-ciri bibit unggul untuk budidaya udang vaname adalah sebagai berikut:

  • bentuk tubuh panjang dan ramping
  • ukurannya lebih besar dari bibit lain
  • memiliki warna tubuh putih yang transparan dan tidak diselimuti lumut
  • bagian kakinya bersih
  • gerakannya lincah dan mampu melawan arus
  • isi usus tidak putus
  • memiliki respon yang baik terhadap gerakan

5.Penebaran Bibit Udang

Bibit udang vaname yang siap ditebar adalah yang sudah berumur 6-10 hari. Sebelum menaburkan benih, pastikan suhu kolam tidak terlalu panas. Suhu normal untuk menaburkan bibit udang biasanya berkisar antara 10-15 derajat celcius. Lakukan penebaran bibit dengan cara aklimatisasi yaitu memasukkan bibit terlebih ke dalam kantong plastik untuk menyesuaikan suhu lingkungan. Kepadatan bibit udang yang ditebar sekitar 100-150 ekor per meter persegi.

6. Memberi Pakan

Pemberian pakan udang vaname bisa dilakukan secara rutin dan berkala dengan frekuensi pemberian pakan maksimal 6 kali sehari. Pakan untuk udang vaname adalah pelet dengan kandungan protein 30%. Selain itu juga bisa diberikan pakan tambahan berupa ikan runcah, pakan tambahan dari jagung dan pakan pabrikan yang bisa mempercepat pertumbuhan udang.

7. Panen

Udang vaname tidak membutuhkan waktu yang lama untuk panen. Setelah berumur  100-110 hari sejak tanam, udang ini sudah bisa dipanen. Berat udang yang layak jual biasanya berukuran 15-25 gram per ekor.

Baca Juga : Penyakit Udang Vaname dan Mengatasinya

Demikian cara budidaya udang vaname yang bisa dilakukan oleh kamu yang masih pemula sekalipun. Lebih dari itu kamu harus memastikan bahwa prosedur yang kamu lakukan untuk budidaya udang vaname sudah tepat sehingga menghasilkan produksi yang baik. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here