Home Kampus Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Pakan

Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Pakan

Pemanfaatan limbah pertanian

Agrozine.id – Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya seorang petani, bisa kita lihat dari hasil riset Food Sustainability Index atau disingkat juga dengan FSI pada tahun 2017, Indonesia masuk kedalam peringkat 25 besar dunia. Jadi bukan sanggahan lagi bahwa di Indonesia banyak limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan baik untuk pakan ternak atau kebutuhan yang menguntungkan lainnya. Pemanfaatan limbah pertanian jadi pakan ternak ini sangat menguntungkan.

Dimana kita tahu, bahwa dimusim kemarau kita sangat sulit menemukan rumput dan keterbatasan ekonomi peternak yang megharuskan mencari bahan pakan murah, mudah, dan banyak. Salah satunya limbah pertanian yang berasal dari padi yaitu jerami, dimana Indonesia adalah penghasil beras ke 3 terbesar di dunia( Mobile Cuisine, pada tahun 2018/2019). Produksi benih sebagian besar terjadi di Jawa dan Sumatera, hampir 60 persen produksinya berasal dari Sumatera.

Baca juga:Permatep Unila Bantu Warga Sukobinangun Kelola Limbah Pertanian

Padi atau dikenal juga dengan Oryza Sativa ditanam oleh petani Indonesia sekitar 77 persen lebih banyak dari pada pertanian lainnya. Pada tahun 2018/2019, Indonesia menghasilkan 36,70 juta metric ton beras dilansir dari Mobile Cuisine.

Jerami sendiri mengandung lignoselulosa, hemiselulosa, dan lignin. Oleh Karena itu dibutukannya proses pengolahan terlebih dahulu untuk memecahkan ikatan lignin dan hemiselulosa sehingga dapat meningkatkan kandungan selulosa yang nantinya akan dikonversikan menjadi glukosa. Salah satu cara mengolah jerami dengan cara menjadikan Silase. Silase adalah pakan berkadar air tinggi yang merupakan hasil permentasi kedap udara atau anaerob.

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan pakan ternak dari limbah jerami yakni:

  • Dedak halus 7% dari jerami
  • Urea 4% dari jerami
  • Jerami 100kg
  • Air secukupnya
  • Silo / drum

Lalu, bagaimana cara pembuatannya?

  • Larutkan urea dengan air secukupnya hingga benar-benar tercampur dengan merata.
  • Masukan jerami sedikit pada silo dan taburkan dedak halus.
  • Siram jerami yang telah ditabukan dedak dengan larutan urea diatasnya, ulangi terus hingga jerami habis.
  • Setelah itu tutup jerami dengan benar agar terjadinya reaksi anaerob dan diamkan selama 2 minngu.
  • Setelah dua minggu silase pun siap dipakai atau pun diperjualbelikan.

adapun keuntungan pemanfaatan limbah pertanian khususnya jerami sebagai bahan pakan sebagai berikut:

  1. Jerami tahan lama jika disimpan ditempat yang kering, sehingga kita dapat menyimpan dalam skala besar tanpa takut membusuk.
  2. Pengolahan yang mudah dan praktis.
  3. Harga yang murah dan mudah didapatkan.
  4. Ketersediaan pakan dalam jangka panjang

Masih sering kita jumpai peternak yang kekurangan rumput dikarenakan musim kemarau atau pun dikarenakan sekarang kurangnya lahan rumput, banyaknya populitas masyarat yang terus berkembang membuat kebutuhan lahan semakin pesat.

Baca juga:Mahasiswa Polbangtan Gowa Ajarkan Cara Mengelolah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

Sehingga, hal ini menjadi salah satu peluang untuk memasarkan pakan ternak yang mudah, murah dan tentunya mampu menyokong keberlangsungan peternakan. Metode pemasaran bisa kita lakukan secara langsung atau pun tidak secara langsung, mengemas pakan dengan bagus juga salah satu cara agar pembeli tertarik, Silase pun siap pasar dan siap dipakai untuk ternak sendiri. (ran)

 

Ditulis oleh:  Rena Nurul Husna

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here