Home Perkebunan Pemanfaatan Tanaman Jarak Pagar Untuk Biodiesel

Pemanfaatan Tanaman Jarak Pagar Untuk Biodiesel

tanaman jarak pagar

Agrozine.id – Apakah kamu tahu bahwa tanaman jarak dapat dimanfaatkan sebagai bahan biodiesel? Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas mengenai pemanfaatan tanaman jarak pagar untuk biodiesel. Yuk langsung saja simak artikel ini sampai selesai ya !

Kebutuhan BBM di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan bakar untuk berbagai aktivitas industri. Jika pola konsumsi bahan bakar fosil masih terus meningkat, maka cadangan akan sumber energi akan semakin menipis.  Karena itu diperlukan alternatif pengganti yang bersumber dari bahan yang dapat diperbarui seperti minyak nabati atau dikenal dengan biodiesel.

Bahan minyak nabati sebagai sumber utama biodiesel bisa didapat dari berbagai macam jenis tumbuhan, misalnya adalah tanaman jarak. Tanaman ini memiliki beberapa jens yang tumbuh di Indonesia, antara lain jarak pagar, jarak kepyar, jarak wulung, dan jarak Bali.

Saat ini, biodiesel yang sedang dikembangkan di Indonesia bersumber dari biji tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Biji jarak pagar mengandung rendemen minyak nabati sebesar 35 % – 45 %. Peluang pemanfaatan jarak pagar sebagai bahan biodiesel lebih besar  karena minyak jarak pagar tidak termasuk dalam kategori minyak makan dan tanaman jarak dapat mudah tumbuh dimanapun dengan kondisi minim pemupukan.

Pengolahan biji jarak pagar menjadi minyak dapat dilakukan dengan metode pengepresan dan ekstraksi pelarut. Metode pengepresan biji jarak pagar yang banyak digunakan saat ini adalah dengan menggunakan teknologi ulir (screw).

Penggunaan teknologi ulir untuk pengolahan biji jarak memiliki kelebihan diantaranya rendemen yang dihasilkan lebih banyak, proses ekstraksi dapat dilakukan secara kontinyu, dan teknologi ini lebih efisien karena biji jarak yang sudah kering dapat langsung diolah kedalam alat screwpress.

Pemanfaatan minyak jarak pagar sebagai bahan biodiesel merupakan alternatif yang ideal untuk mengurangi tekanan permintaan bahan bakar minyak dan penghematan penggunaan cadangan devisa. Selain itu bahan bakar biodiesel ini juga ramah lingkungan karena mengandung belerang dan benzena yang bersifat karsinogen serta dapat diuraikan secara alami. Kadar sulfurnya yang rendah akan menurunkan kemungkinan hujan asam. Emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh bahan bakar ini juga relatif lebih rendah sekitar 75% dibanding bahan bakar fosil. Kemudian, biodiesel memiliki titik kilat tinggi, sehingga biodiesel ini lebih aman dari bahaya kebakaran. Dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin.

Demikianlah ulasan mengenai pemanfaatan tanaman jarak pagar untuk biodiesel. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan kamu ya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here