Home Pertanian Pemerintah Kembangkan Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Pokok di NTT

Pemerintah Kembangkan Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Pokok di NTT

alternatif makanan pokok sorgum

Agrozine.id – Selain beras, ada beragam sumber alternatif makanan pokok yang dikenal oleh masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu biji sorgum. Sorgum merupakan biji-bijian sereal yang bentuk tanamannya seperti jagung. Biasanya sorgum dijadikan bahan sirup dan pengganti tepung gandum, namun juga bisa langsung dimasak seperti beras.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berniat melakukan pengembangan sorgum untuk dijadikan sebagai tanaman pangan secara komprehensif, meski di beberapa wilayah tanaman sorgum sudah dikembangkan lama.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz B Oembu Wanda menjelaskan pihaknya sedang mempersiapkan varietas unggul lokal dan adaptif di NTT dari benih sorgum Flores Timur sehingga bisa diangkat menjadi varietas unggul nasional pada musim tanam 2020/2021 seluas 2840 hektare.

“Untuk satu hektare butuh benih 7 sampai 10 kilogram tapi kita minta dukungan Kementerian Pertanian sehingga disetujui satu hektare butuh 8 kilogram benih,” ujarnya.

Baca juga: Sorgum Hidroponik sebagai Hijauan Pakan Ternak Alternatif

Di tahun 2021 akan ada bantuan dari pusat dalam upaya pengembangan sorgum seluas 3.335 hektar untuk 14 kabupaten, antara lain Pulau Flores, Timor, Sabu, Rote, dan Sumba.

“Dari sisi budidaya gubernur ingin sorgum mendapatkan perhatian khusus sebab selain untuk pangan juga untuk pakan ternak. Bila sudah dalam jumlah besar maka kita akan fokus di pemasaran,” jelas Joaz.

Untuk menjalakan program ini, tentunya juga ada tantangannya. Hal tersebut menjadikan progam ini sudah dilakukan selama puluhan tahun.

Yohanes menjelaskan bahwa presepsi masyarakat Manggarai Timur mengaggap sorgum sebagai bahan pangan alternatif.

“Dalam melakukan penanaman tentu yang utama ditanam yakni padi, jagung, singkong baru setelah itu sorgum,” tuturnya.

Baca juga: Kenali Pangan Lokal Pengganti Nasi

Sedangkan, di daerah Manggarai Barat adalah petani yang kurang berminat untuk bercocok tanam dilahan  kering dan peran pemerintah yang sangat minim.

Hal tersebut didukung oleh Rancangan Pembangunan JAngka Pendek Daerah (RPJPD) NTT 2005-2025, yang tidak menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas. Dan untuk RPJMD NTT 2018-2023 juga tidak menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas. Akibat pandemic, mengharuskan adanya perubahan RPJMD yang harus memasukkan ketahana pangan menjadi prioritas, namun di RPJMD beras menjadi prioritas.

Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel), Romo Benyamin Daud,Pr mengatakan pengembangan sorgum harus menjadi pangan utama bahkan dimasukan dalam salah satu tanaman pangan di Kementerian Pertanian yang perlu dikembangkan.

Menurut Romo Benya, jangan hanya padi, jagung dan kedelai (Pajales) saja tapi tambah dengan sorgum (Pajaleso) sebagai sumber alternatif makanan pokok dan perlu ada regulasi yang mengikat dalam gerakan penanaman sorgum.

Sementara Maria Loretha, pegiat sorgum di Flores Timur, mengatakan pihaknya sudah berjuang mendaftarkan jenis lokal menjadi varietas unggul untuk konservasi. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here