Home Perkebunan Pemulihan Minyak Sawit Berkelanjutan Selama Pandemi

Pemulihan Minyak Sawit Berkelanjutan Selama Pandemi

Agrozine.id – Dengan adanya wabah pandemi Covid-19 tidak hanya memaksa kita untuk menghadapi hidup dalam era new normal, namun juga membuat hampir semua lini industri mengalami kewalahan. Namun di saat ekonomi Indonesia mulai bergerak kembali dan keluar dari krisis internasional,dengan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan kita memiliki kesempatan untuk menciptakan masa depan yang lebih bersih dan maju. Dalam hal ini industri sawit juga termasuk di dalamnya, asal didukung dengan dorongan pemulihan minyak sawit berkelanjutan.

Untuk membangun ekonomi berkelanjutan akan memungkinkan Indonesia bisa mengatasi masalah ekonomi yang luar biasa. Akibat pandemi, Indonesia telah mengalami dampak yang luar biasa dari segi ekonomi. Hal tersebut dapat terlihat dari penurunan IHSG dan depresiasi rupiah.

Baca Juga : Program Peremajaan Sawit Rakyat, Upaya Kementan Tingkatkan Produktivitas Perkebunan

Sebagai upaya mitigasi Covid-19, pemerintah Indonesia telah mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 677,2 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional. Langkah tersebut juga menjadi sebuah manfaat besar bagi industri minyak sawit di Indonesia.

Minyak sawit menjadi sumber pendapatan vital bagi Indonesia, bukan hanya menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar, tetapi industri minyak sawit telah membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan bahkan jutaan orang di Indonesia. Untuk itu diperlukan adanya komunitas yang bertumbuh pesat di seluruh rantai pasokan minyak sawit untuk fokus pada produksi minyak sawit berkelanjutan untuk menciptakan pemulihan ekonomi selama masa pandemi.

Saat ini Indonesia berada dalam tahap peningkatan produksi minyak sawit berkelanjutan dimana di dalamnya termasuk proses mengimplementasikan strategi dan kegiatan untuk memicu transformasi sektoral dan membawa dampak langsung yang mendukung transparansi rantai pasokan minyak sawit.

Baca Juga : Syngenta Lakukan Training of Trainers Petani Sawit di Kalimantan Barat

Dengan adanya permintaan import besar-besaran dari beberapa negara seperti Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Uni Eropa membuka kesempatan untuk produksi minyak sawit berkelanjutan dan dapat mendorong pemulihan ekonomi di Indonesia.

Sebagi kunci dari pemulihan minyak sawit berkelanjutan ini aadalah perdagangan global. Volume global minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO saat ini telah mencapai 15,56 juta ton atau setara dengan 19 persen dari volume produksi global. Dengan jumlah tersebut Indonesia mulai mencapai target yang diharapkan. Hal tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan akses pasar dan mencapai konsumen baru untuk minyak sawit berkelanjutan. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here