Home Populer Peneliti ARS Mengungkap Urutan Genom Lebah Raksasa Asia

Peneliti ARS Mengungkap Urutan Genom Lebah Raksasa Asia

Lebah Raksasa Asia

Agrozine.id – Asian Giant Hornet atau dikenal dengan Lebah Raksasa Asia ini merupakan lebah terbesar di dunia yang memiliki panjang berkisar antara 1½ hingga 2 inci. Lebah raksasa ini tersebar luas dari India utara hingga Asia Timur. Namun saat ini, penyebarannya sudah sampai di Washington DC hingga Kanada bagian Barat. Tim peneliti dari Agricultural Research Service (ARS) yang pertama kali mengungkap informasi genetik (genom) dari lebah raksasa Asia.

Penelitian tersebut telah dilaksanakan sejak Mei lalu. Tim peneliti terdiri dari ahli entomologi ARS dan ahli sekuens DNA yang bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi Pacific Biosciences. Penelitian ini merupakan bagian dari Ag100Pest Initiative, program ARS untuk menghasilkan rakitan genom referensi yang berkualitas untuk 100 hama pertanian artropoda teratas, termasuk spesies hama asing yang merupakan ancaman potensial bagi pertanian di Amerika Serikat.

Tujuan mereka melakukan penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui informasi genetik secara cepat setelah terdeteksinya invasif spesies serangga.  Dan benar saja, mereka mampu dengan cepat menghasilkan seluruh urutan genom dari dada serangga tunggal yang membeku.

Anna Childers, ahli biologi komputasi dari ARS Bee Research Laboratory di Beltsville, Maryland, menjelaskan bahwa penting untuk menetapkan urutan koloni lebah raksasa Asia di Amerika Utara. Hal ini akan membantu menentukan apakah ada temuan baru atau ada potensi pengenalan terpisah dari asalnya di Asia. Asal usul lebah raksasa Asia di Amerika Utara.

Para ilmuwan menggunakan data genom yang dikumpulkan dari populasi lebah raksasa Asia yang berasal dari wilayah atau asalnya di Asia, sehingga jika ada perbedaan dalam berbagai subspesies dapat dipetakan.

Anna Childers menambahkan bahwa memiliki genom referensi ini akan membantu memberikan gambaran biologis yang lebih luas tentang lebah raksasa Asia. Ini juga akan membantu membangun pemahaman tentang dinamika populasi lebah raksasa Asia di Amerika Utara. Selain itu juga dapat mengetahui bagaimana lebah raksasa Asia dapat beradaptasi di lingkungan yang baru serta mungkin dapat memberikan informasi untuk meningkatkan pengontrolan dengan tujuan mencegah lebah raksasa Asia menetap. (ran)

Dilansir dari www.agriculture.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here