Home Kampus Penentuan Fase Pertumbuhan pada Penyapihan Bibit Kaliandra Merah (Calyandra calothyrsus)

Penentuan Fase Pertumbuhan pada Penyapihan Bibit Kaliandra Merah (Calyandra calothyrsus)

Agrozine.id РKaliandra adalah kayu energi yang memiliki pertumbuhan cepat atau disebut juga tumbuhan fast growing species. Kaliandra sebagai salah satu komoditas yang dapat dikembangkan dalam skala luas dan skala produksi belum dilakukan sehingga dibutuhkan upaya peningkatan daya hidup kaliandra sebagai kayu energi dan biomassa yang mengacu pada teknik pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah penyapihan bibit kaliandra merah.

Dani Fiqrooh Yitnowati dibawah bimbingan Ali Sukendro melakukan penelitian penentuan fase pertumbuhan pada penyapihan kaliandra merah dengan tujuan untuk menentukan fase pertumbuhan yang tepat pada kegiatan penyapihan kaliandra agar respon pertumbuhannya optimal.

Dani melakukan penelitian tersebut sebagai syarat untuk menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kehutanan IPB University. Penelitian dilakukan selama 5 bulan untuk mengamati fase pertumbuhan kaliandra dimulai dari fase kotiledon atau tanpa daun hingga fase semai.

Parameter yang diamati dalam penelitian adalah persentase hidup, diameter, tinggi dan kekokohan hidup bibit. Berdasarkan hasil penelitiannya Dani menemukan bahwa bibit kaliandra memiliki persentase hidup yang tinggi antara 95-100% tidak berbeda nyata pada setiap fase pertumbuhan.

Pengukuran tinggi bibit

Dalam penelitiannya, Dani menerapkan beberapa langkah dalam pembibitan yaitu dimulai dari pembuatan media tabur, seleksi dan skarifikasi benih, penaburan benih, pembuatan media sapih dan penyapihan kaliandra,pemeliharaan, pengamatan dan pengambilan data.

Kondisi awal perkecambahan kaliandra merah yang diteliti Dani berada dalam kondisi epigeal. Hal tersebut berarti benih tipe epigeal memiliki kotiledon diatas permukaan media dan hipokotil memanjang.

Berdasarkan hasil penelitian, kotiledon kaliandra merah mulai muncul ke permukaan media pada hari ke 4-6, fase sepasang daun pada hari ke 8-11, fase dua pasang daun pada hari ke 14-16 dan fase tiga pasang daun pada hari ke 29-30.

Berdasarkan tiga jenis perlakuan yang diberikan terhadap benih kaliandra merah, semuanya memiliki persentase hidup yang tinggi yaitu antara 95-100%. Perlakuan fase pertumbuhan tidak berpengaruh pada persentase hidup kaliandra. Pada dasarnya tanaman kaliandra dapat disemaikan secara langsung atau tanpa penyapihan. Tingkat keberhasilan penyapihan dipengaruhi oleh pemilihan jenis bibit berkualitas baik dan juga tingkat kebersihan dan morfologi pada kecambah pada saat penyapihan yakni struktur pada benih yang sudah terbentuk dan berkembang dengan baik.

Ukuran tinggi bibit berkisar antara 3,78-5,33 mm. Perbedaan diameter pada bibit dipengaruhi oleh ketinggian bibit dan intensitas cahaya yang masuk dalam bedengan. Sedangkan jika dilihat dari faktor kekokohan bibit berkisar antara 10-11. Berdasarkan hasil penelitian semakin kecil angka kekokohan bibit maka bibit tersebut semakin kokoh.

Bedeng untuk penyapihan

Dalam melakukan penelitian penyapihan bibit kaliandra merah yang memakan waktu selama 5 bulan ini Dani mengaku sempat mengalami beberapa kendala. “Kendalanya itu di cuaca, dimana kalau lagi hujan menghambat pengukuran atau pengambilan data. Selain itu juga sering ada serangan hama di bibit, seperti hama kutu putih yang membuat bibit harus diganti,jadi pengukurannya juga lebih lama”, ucap Dani. Namun demikian Dani berharap hasil penelitiannya bisa dipergunakan sebagai referensi untuk perkembangan dan pemanfaatan kaliandra sebagai bahan kayu energi terbarukan. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here