Home Kampus Pengaruh Dosis Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Jagung Hibrida

Pengaruh Dosis Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Jagung Hibrida

jagung hibrida

Agrozine.id – Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang mempunyai peranan strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan produksi dan produktivitas jagung. Caranya yaitu dengan menggunakan varietas unggul jagung hibrida dan pemberian hara yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Nah, pada artikel kali ini kita akan mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil produksi dari varietas jagung hibrida.

Saat ini, produktivitas jagung nasional terbilang rendah karena disebabkan oleh pemanfaatan benih jagung hibrida yang kurang dari 20%. Selain itu, masih banyak petani jagung yang tidak memperhatikan bagaimana cara pemupukan yang tepat dan benar. Tujuan pemupukan disini yaitu untuk memberikan tambahan unsur hara bagi tanaman agar kebutuhan hara selama pertumbuhannya tercukupi yang selanjutnya akan mendukung pertumbuhan dan hasil yang lebih baik.

Salah satu unsur hara makro yang paling penting dan banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman jagung ialah unsur fosfor (P). Sebagian besar tanah di Indonesia (68% dari total lahan) termasuk tanah yang kahat unsur hara P. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan adanya penambahan pupuk fosfat dalam tanah.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan pupuk fosfat harus sesuai dengan dosis agar pertumbuhan dan hasil produksi tanaman jagung juga dapat maksimal.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Herlina Mega Puspitasari, mahasiswi lulusan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS, kita dapat mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil produksi dari beberapa varietas jagung hibrida.

Herlina mengatakan, “Tujuan dari penelitian ini sebenarnya untuk mengetahui pengaruh pupuk   fosfat terhadap beberapa jagung hibrida dan juga mengkaji berapakah dosis yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari jagung hibrida.”

Pada penilitiannya, Herlina menggunakan 3 varietas jagung hibrida yang diuji. Adapun pengamatan yang dilakukan yaitu anatara lain meliputi tinggi tanaman, tasseling dan silking, jumlah baris per tongkol, panjang tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat panen pipil kering, berat 100 biji, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, nilai indeks panen, dan hasil panen per hektar.

Setalh dilakukan analisis menggunakan statistik, menunjukan bahwa pupuk P (SP36) terbukti dapat meningkatkan hasil jagung 9,37 ton/ha. Dosis optimum untuk pertumbuhan dan hasil jagung hibrida adalah 150 kg/ha pada masing- masing varietas (ABCD, EFGH dan IJKL).

Dari ketiga varietas jagung hibrida yang dilakukan pengujian, terdapat 1 varietas yang yang memiliki potensi hasil yang tinggi sehingga layak dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung hibrida yaitu varietas EFGH.

“Karena penelitian ini merupakan proyek kerjasama dengan salah satu perusahaan penyedia benih, jadi varietas jagung hibrida yang digunakan dalam penelitian menggunakan kode-kode huruf yang berasal dari perusahaan tersebut,” jelas Herlina.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya juga menyatakan jika hasil  tanaman  jagung  terus  meningkat  seiring  dengan  meningkatnya  dosis pupuk fosfat yang diberikan ke dalam tanah.

Herlina berharap dengan hasil penelitiannya ini dapat memberikan informasi kepada petani mengenai dosis optimum penggunaan pupuk fosfat agar pertumbuhan dan hasil produksi jagungnya dapat maksimal. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here