Home Kampus Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Jagung Manis

Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Jagung Manis

tanaman jagung manis

Agrozine.id – Komoditas  jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) di Indonesia mempunyai keuntungan yang sangat besar untuk dikembangkan. Kelebihan budidaya jagung manis dapat diusahakan sepanjang tahun, umur produksinya pun lebih pendek jika dibandingkan dengan jagung jenis lainnya, dan harganya juga cukup mahal. Upaya peningkatan produktivitas jagung manis perlu dilakukan dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, beberapa diantaranya seperti pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk organik yakni pupuk kandang kambing.

Kualitas dan Kuantitas Jagung - Kebumen How?

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produktivitas jagung manis yaitu pengaturan jarak tanam. Jarak tanam mempunyai hubunganyang tidak dapat dipisahkan dengan produktivitas lahan, pengaturan jarak tanam merupakan upaya untuk meningkatkan populasi tanaman yang optimal, mengurangi kompetisi dalam mendapatkan unsur hara antar tanaman dan memaksimalkan penerimaan cahaya matahari pada tanaman sehingga proses fotosintesis dapat berjalan dengan optimal.

Selain pengaturan jarak tanam, faktor lainnya guna meningkatkan produktivitas jagung manis adalah kesuburan tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik. Adapun manfaat pupuk organik antara lain yaitu mencegah terjadinya erosi, mempertahankan kelengasan tanah,mencegah pergerakan permukaaan tanah,memiliki kemampuan untuk mengikat air tinggi dan memiliki kandungan organik tinggi yang dapat dimanfaatkan tanaman.

Dalam kajian ini dapat diketahui, dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang  terdiri dari 2 faktor,faktor pertama  adalah pengaturan  jarak tanam yaitu  jarak tanam pertama =50×40 cm, jarak tnama kedua= 60×35 cm, dan jarak tanam ketiga= 75×30 cm. Kemudian,  faktor kedua adalah dosis pupuk  kandang kambing yaitu pertama sebagai kontrol,  kedua dengan dosis 10 ton/hektar, dan dosis ketiga yaitu 20 ton/hektar.

Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi  tinggi tanaman,  jumlah daun, luas daun,  berat kering tanaman. Parameter komponen hasil meliputi bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar  tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol,  diameter tongkol,  hasil panen per hektar dan parameter pengamatan lingkungan meliputi intensitas cahaya matahari.

Seluruh pengamatan dilakukan setiap interval  14 hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisis  menggunakan  analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji  BNT  5%.

Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  pemberian pupuk kandang kambing  20 ton/hektar berpengaruh nyata meningkatkan berat kering tanaman pada jarak tanam 60 x 35 cm dan 75 x 30 cm serta pemberian pupuk kandang kambing 10 ton/hektar  dan 20 ton/hektar berpengaruh nyata meningkatkan luas daun pada semua perlakuan jarak tanam. Selain itu, pemberian pupuk kandang kambing juga berpengaruh nyata terhadap komponen hasil panen jagung manis.

Dapat disimpulkan bahwa pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kandang dengan dosis yang tepat dapat mendukung pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman jagung manis. (ran)

 

Sumber:

Ryon N. Sitopu & Roedy S. 2020. Jurnal Produksi Tanaman. Vol 8: No 6 Hal 610-618. ISSN: 2527-8452

http://protan.studentjournal.ub.ac.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here