Home Pertanian Pengembangan UMKM Sektor Pangan Melalui Peningkatan Kualitas dan Inovasi Produk

Pengembangan UMKM Sektor Pangan Melalui Peningkatan Kualitas dan Inovasi Produk

Agrozine.id – Pengembangan UMKM sektor pangan menemui berbagai permasalahan, baik dari segi kualitas, keamanan maupun inovasi produk. Permasalahan lainnya yaitu rendahnya pemanfaatan sumberdaya lokal sebagai produksi pangan olahan yang dapat dikembangkan di skala UMKM.

Permasalahan tersebut membutuhkan solusi yang tepat. Untuk itu dilakukanlah penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan yang tepat dilakukan untuk UMKM di sektor pangan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan serta inovasi produk.

Pada tahun 2011-2012, pengembangan UMKM sebesar 3,3 persen yang hampir merata di hampir semua unit usaha baik skala mikro,kecil dan menengah dengan jumlah usaha 53,5 juta unit usaha di tahun 2011 dan 55,6 juta unit usaha di tahun 2012. Jumlah tersebut meningkat menjadi 57,8 juta unit usaha pada tahun 2014.

Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan UMKM sektor pangan karena menurut data dari BPS Kabupaten Madiun di tahun 2019 pada kategori industri pengolahan daerah ini menjadi penyumbang terbesar PDRB di tahun 2017 adalah usaha sektor pangan.

Permasalahan yang teridentifikasi dalam UMKM sektor pangan di daerah Madiun adalah kurangnya kualitas dan keamanan produk UMKM sektor pangan yang dihasilkan. Permasalahan lainnya adalah dari sekian banyak komoditas pertanian lokal yang dihasilkan, hanya sekitar 30 persen yang telah dimanfaatkan menjadi produk pangan olahan. Salah satu produk olahan UMKM di Madiun adalah Dodol Loren. Namun perkembangan UMKM ini masih sangat terbatas karena kurangnya pengetahun untuk memasarkan produk.

Baca Juga: BEM KM UGM Kembangkan Potensi Desa dengan Pendampingan UMKM

Dari hasil diskusi yang dilakukan bersama warga yang merupakan pelaku usaha UMKM di Madiun, maka diperoleh solusi untuk mengatasi setiap permasalahan yang ditemukan yaitu mengadakan sosialisasi kepada pelaku UMKM dodol Loren.

Dalam sosialisasi tersebut dilakukan pengenalan UMKM dodol loren dalam hal ketersediaan bahan baku yaitu dengan mengadakan pelatihan pembuatan dodol dengan bahan baku pisang cici sebagai alternatif ketika produksi dodol loren tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya durian sebagai bahan baku. Solusi ini sekaligus juga sebagai inovasi produk pangan olahan baru berbasis komoditas lokal dari petani Desa Mendak.

Baca Juga: Hand Sanitizer Dari Sawit Inovasi UMKM di Tengah Pandemi

Pengembangan UMKM sektor panganĀ  di Madiun mengalami berbagai permasalahan khususnya dalam hal kualitas dan keamanan produk. UKMKM dodol loren mengalami permasalahan dalam hal ketersediaan bahan baku dan kemasannya yang kurang aman. Namun dengan adanya sosialisasi pengolahan produk yang dilakukan kepada para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here