Home Perkebunan Penguatan Harga Minyak Sawit Dukung Golden Agri Resources Tingkatkan Kinerja

Penguatan Harga Minyak Sawit Dukung Golden Agri Resources Tingkatkan Kinerja

Sampoerna agro

Agrozine.id – Selama kurun waktu 9 bulan di tahun 2020, Golden Agri Resources Ltd (GAR) berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar  6 persen hingga mencapai hampir US $ 5 milyar karena harga jual yang rata-rata lebih tinggi. Tapi di kuartal ketiga, pendapatan tersebut mengalami penurunan kuartal ke kuartal sebesar 7 persen dikarenakan volume penjualan yang lebih rendah.

Terjadinya kenaikan harga pasar CPO mengakibatkan pemulihan EBITDA1 berkelanjutan di kuartal ketiga menjadi AS $124 juta. Keuntungan yang mendasari 2 tren yang sama mencapai US $ 21 juta pada kuartal ketiga. Namun kerugian translasi pertukaran dan beban pajak tangguhan menghasilkan netto kerugian US $162 juta juga tercatat selama periode Januari-September 2020.

Dalam 9 bulan di periode 2020, harga pasar CPO rata-rata US $ 636 per ton mengalami peningkatan 29 persen dari periode yang sama tahun lalu. Namun bisnis ini juga mengalami lingkungan pasar yang bergejolak akibat pandemi Covid-19.

Dilansir dari siaran pers Golden Agri Resources (07/12), Franky O Widjaja selaku Ketua Direktur Eksekutif Golden Agri Resources  mengatakan, “Walaupun industri sedang dalam puncak musim produksi, pasokan minyak sawit global tetap ketat. Defisit air yang dialami tahun lalu digabungkan dengan lebih sedikit pupuk yang diterapkan oleh petani kecil telah mengakibatkan penurunan produksi minyak sawit tahun ini.”

Baca juga: Sertifikat ISPO Wajib Dimiliki Pengelola Perkebunan Sawit

Ditambah adanya fenomena La Nina yang juga menjadi faktor resiko yang dapat mempengaruhi pasokan minyak sawit. Curah hujan yang sangat tinggi di Asia Tenggara dan kekeringan di Amerika Selatan juga menjadi faktor penghambat proses panen kelapa sawit. Sementara permintaan tetap kuat sebagai konsumsi utama negara-negara untuk menambah stok konsumsi biodiesel. Faktor inilah yang memberikan dukungan jangka pendek dan menjadikan harga CPO rendah.

Per September 2020, luas tanam Golden Agri Resources mencapai hampir 500 ribu hektar dimana 21 persennya dimiliki oleh petani plasma. Hasil panen buah kuartal ketiga pulih secara musiman mencapai hingga 5 ton per hektar dan hasil ini lebih tinggi 12 persern dibandingkan sebelumnya. Buah sawit diekstraksi menjadi 1,89 juta ton produk sawit untuk periode sembilan bulan tahun 2020.

Terlepas dari situasi yang semakin menantang di masa pandemi global, GAR terus menjalankan programnya hingga di kuartal ketiga 2020,perusahaan telah mencapai lebih dari 88 persen Traceability to the Plantation (TTP) untuk seluruh rantai pasokan kelapa sawitnya.

Baca juga: Green Diesel Pertama Indonesia, Hasil Olahan Minyak Kelapa Sawit

Sementara itu, Golden Agri Resources juga terus melakukan kerja sama dengan masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan jangka panjang. Di awal tahun 2020, Golden Agri Resources meluncurkan pendidikan yang menargetkan anak-anak sekolah di desa-desa rawan kebakaran yang bertujuan untuk edukasi tentang pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Hingga saat ini, GAR telah menyelenggarakan lokakarya pelatihan jarak jauh khusus untuk hampir 400 guru dan menjangkau sekitar 700 peserta melalui podcast online. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Perusahaan untuk pencegahan kebakaran jangka panjang.  (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here